Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Eks Legislator Sumut Divonis 4-6 Tahun Penjara

Nasional gatot pujo nugroho
Theofilus Ifan Sucipto • 08 Mei 2019 14:09
Jakarta: Tujuh eks anggota DPRD Sumatra Utara (Sumut) divonis empat hingga enam tahun penjara. Mereka terbukti menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.
 
"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan," kata Ketua Majelis Hakim Hastopo saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Mei 2019.
 
Sebanyak enam di antaranya dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider empat bulan kurungan. Mereka ialah Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Tahan Manahan Panggabean, Tunggul Siagian, Fahrul Rozi, dan Taufan Agung Ginting.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Satu anggota lainnya, yaitu Musdalifah, dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda Rp300 juta, subsider empat bulan. Hukuman Musdalifah lebih berat lantaran dianggap tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit sehingga menyulitkan proses persidangan.
 
Mereka juga diganjar hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti. Pasiruddin harus membayar sebesar Rp77,5 juta, Elezaro membayar Rp315 juta, dan Tahan membayar Rp705 juta.
 
Tunggul wajib membayar Rp377,5 juta, Fahrul membayar Rp322,5 juta, dan Taufan membayar Rp142,5 juta. Musdalifah harus membayar uang pengganti sebesar Rp427,5 juta.
 
Hakim menekankan jika mereka tidak membayar uang pengganti satu bulan setelah putusan mendapat kekuatan hukum tetap, harta benda mereka akan disita dan dilelang. "Jika hasil sitaan tidak mencukupi maka akan dipidana penjara selama satu tahun," ujat Hastopo.
 
Selain itu, lanjut Hastopo, ketujuh eks anggota DPRD Sumut diganjar hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun. Hukuman ini berlaku terhitung setelah mereka selesai menjalani pidana pokok.
 
Dalam dakwaan, para terdakwa disebut terbukti menerima suap dari Gatot Pujo mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Pasiruddin menerima suap sebesar Rp127,5 juta, Elezaro Rp515 juta, Musdalifah sebesar Rp477,5 juta, Tahan sebesar Rp1,035 miliar, Tunggul Rp577,5 juta, Fahrul Rp397,5 juta, dan Taufan sebesar Rp442,5 juta.
 
Suap itu diberikan untuk melancarkan pengesahan beberapa hal. Ini meliputi Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Pemprov (LPJP) Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2012, Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2013, APBD Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2014, Perubahan APBD TA 2014 dan APBD Pemprov Sumut TA 2015.
 

Baca: Eks Legislator Sumut Menyesal Makan Uang Haram
 
"Menuntut, memohon, majelis hakim menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata jaksa penuntut umum Komisi Pemilihan Umum (JPU KPK) Ronald F Worotikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin, 22 April 2019.
 
Atas perbuatannya, tujuh mantan anggota DPRD Sumut itu didakwa melanggar Pasal 12 hurup a atau b atau Pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jis Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Dalam kasus ini, KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Sebagian dari mereka sudah diproses di pengadilan, sedangkan sebagian lain masih dalam proses penyidikan. Mantan Gubernur Gatot selaku pemberi suap juga sudah divonis empat tahun penjara.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif