Pengadilan Tipikor. Foto: Medcom.id/M Rodhi Aulia.
Pengadilan Tipikor. Foto: Medcom.id/M Rodhi Aulia.

Eks Legislator Sumut Menyesal Makan Uang Haram

Nasional gatot pujo nugroho
Fachri Audhia Hafiez • 02 Mei 2019 16:56
Jakarta: Terdakwa mantan anggota DPRD Sumatra Utara (Sumut), Pasiruddin Daulay, menyesal menerima uang suap dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Ia mengaku tak teliti saat menerima uang yang bukan haknya itu.
 
"Saya mengakui segala kesalahan dan ketidakpedulian saya tentang penerimaan yang bukan hak saya. Sedikit pun saya tidak berniat atau berencana untuk berbuat yang menyalahi hukum dan aturan yang berlaku," kata Pasiruddin saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Selama terseret kasus, ia mengaku anak-anaknya sempat meminta berhenti kuliah. Pasiruddin mengaku anaknya khawatir tak mampu membayar biaya kuliah lantaran tulang punggung keluarga kini duduk di kursi pesakitan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga meminta usai divonis ditahan di Medan. Pasiruddin yakin majelis hakim akan memberi hukuman yang adil terhadap dirinya.
 
"Saya yakin majelis hakim akan bijaksana dan memberi putusan yang seadil-adilnya. Saya sangat menyesal atas kejadian yang menimpa saya hari ini mohon adili saya dengan seadil-adilnya," ujar Pasiruddin sambil terisak.
 
Pasiruddin bersama lima anggota DPRD Sumut lainnya dituntut empat tahun penjara denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Kelimanya ialah Elezaro Duha, Tahan Manahan Panggabean, Tunggul Siagian, Fahru Rozi dan Taufan Agung Ginting.
 
Sementara itu, Musdalifah, legislator lainnya, dituntut enam tahun penjara. Musdalifah juga dituntut wajib membayar denda Rp300 juta subsider enam bulan bui.
 
Menurut jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), para terdakwa terbukti menerima suap. Pasiruddin menerima suap sebesar Rp127,5 juta, Elezaro Dhuha Rp515 juta, Musdalifah Rp477,5 juta, Tahan Manahan Panggabean Rp1,035 miliar, Tunggul Siagan Rp577,5 juta, Fahru Rozi Rp397,5 juta, dan Taufan Agung Ginting Rp442,5 juta.
 
Sogokan itu diberikan untuk beberapa hal. Uang itu demi melancarkan pengesahan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Pemprov (LPJP) Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2012, pengesahan Perubahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2013, pengesahan APBD Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2014, pengesahan Perubahan APBD TA 2014, dan pengesahan APBD Pemprov Sumut TA 2015.
 
Para wakil rakyat itu terancam dicabut hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani hukuman pidana. Selain itu, mereka juga harus membayar uang pengganti dari penerimaan suap.
 
Baca: Tujuh Eks Anggota DPRD Sumut Terbukti Menerima Suap
 
Pasiruddin dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp77,5 juta karena telah mengembalikan uang Rp50 juta. Elezaro sebesar Rp315 juta karena telah mengembalikan Rp200 juta, dan Musdalifah sebesar Rp477 juta karena telah mengembalikan Rp500 ribu.
 
Panggabean harus membayar sebesar Rp905 juta rupiah karena telah mengembalikan Rp130 juta. Tunggul Siagan membayar Rp477,5 juta karena telah mengembalikan Rp100 juta. Fahru Rozi Rp372 juta karena telah mengembalikan Rp25 juta dan Taufan Rp192,5 juta karena telah mengembalikan Rp250 juta.
 
Atas perbuatannya, ketujuh eks anggota DPRD Sumut itu dinilai melanggar Pasal 12 huruf b jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif