NEWSTICKER
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Kompleks Kejaksaan Agung. Foto: Medcom.id/ Cindy
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Kompleks Kejaksaan Agung. Foto: Medcom.id/ Cindy

Sanksi Tambahan untuk Tersangka Kasus Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Cindy • 05 Februari 2020 13:30
Jakarta: Kejaksaan Agung bakal memberikan sanksi pidana tambahan terhadap para tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Jika terbukti bersalah, mereka diminta membayar sejumlah uang untuk mengembalikan kerugian negara.
 
"Kalau barang bukti nanti kurang (untuk menutupi kerugian negara) kan ada upaya lain. Hukumannya nanti ada uang pengganti," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Hari menjelaskan uang pengganti bisa berupa aset milik para tersangka yang tidak termasuk dalam aset hasil korupsi Jiwasraya. Hal ini dilakukan bila nilai harta tersangka yang disita Kejaksaan tidak menutupi total kerugian negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalaupun seandainya yang disita itu tidak terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi. Misalnya dibeli sebelum, itu kan bisa kita sita untuk mengganti itu tadi, tambahan uang pegganti," jelas Hari.
 
Sanksi Tambahan untuk Tersangka Kasus Jiwasraya
Lambang Korps Adhyaksa, Foto: MI/Pius Erlangga
 
Hari menuturkan tim penelusuran aset belum menjumlah seluruh nilai aset yang didapatkan. Mereka masih menunggu pelacakan aset kelima tersangka rampung.
 
Hingga saat ini, Kejaksaan masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan hasil perhitungan sementara, total kerugian negara akibat perkara ini mencapai Rp 13,7 triliun.
 
Sementara ini, Kejaksaan telah menyita dan memblokir aset milik kelima tersangka. Total ada 1.400 sertifikat tanah dan 800 rekening. Kejaksaan juga menyita sejumlah kendaraan mewah, perhiasan dan surat berharga.
 
Kejagung menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya. Mereka yakni mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan.
 
Kemudian, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif