Penyidik KPK Novel Baswedan/MI/Rommy Pujianto
Penyidik KPK Novel Baswedan/MI/Rommy Pujianto

KPK: Vonis Perkara Novel Jadi Preseden Buruk

Nasional kpk novel baswedan
Candra Yuri Nuralam • 17 Juli 2020 17:18
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyikapi vonis dua terpidana penyiram air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan. Pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri, menyebut vonis rendah bagi pelaku akan menjadi preseden buruk.
 
"Terlebih bagi aparat penegak hukum yang menjalankan tugas pemberantasan tindak pidana korupsi," kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Juli 2020.
 
KPK meyakini masyarakat kecewa dengan putusan perkara ini. Namun, Ali meminta masyarakat menghargai putusan majelis hakim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ali berharap kekerasan pada penyidik KPK berakhir di Novel. KPK meminta pemerintah menjamin keamanan penegak hukum dalam menjalankan tugas.
 
"Kami berharap isu ini menjadi perhatian bersama," kata dia.
 
Baca:Novel Minta Tanggung Jawab Jokowi
 
Penyerang penyidik KPK, Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette divonis 2 tahun penjara. Sementara, rekannya Ronny Bugis divonis 1 tahun 6 bulan penjara.
 
"Menyatakan terdakwa Rahmat Kadir Mahulette telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan penganiayaan dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan luka berat," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Djumyanto saat membacakan vonis Kamis malam, 16 Juli 2020.
 
Ronny Bugis dinilai membantu Rahmat melancarkan aksinya. Ronny mengantar Rahmat Kadir ke kediaman Novel di Jalan Deposito Blok T Nomor 8 RT003/RW010, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun majelis hakim menilai Ronny tidak mengetahui rencana Rahmat yang akan menyiram Novel dengan air keras.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif