Penyidik KPK, Novel Baswedan/Antara/Hafidz Mubarak.
Penyidik KPK, Novel Baswedan/Antara/Hafidz Mubarak.

Novel Minta Tanggung Jawab Jokowi

Nasional kpk jokowi novel baswedan
Candra Yuri Nuralam • 17 Juli 2020 13:45
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, meminta tanggung jawab Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kasusnya. Novel merasa pelaku sebenarnya belum ditangkap.
 
"Presiden harus segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk menyelidiki ulang kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan," kata anggota tim advokasi Novel Baswedan, Kurnia Ramadhana, di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2020.
 
Menurut Kurnia, penanganan perkara yang dilakukan kepolisian terbukti gagal. Mereka tak berhasil mengungkap skenario dan aktor intelektual penyiraman air keras terhadap Novel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya meminta Jokowi bertindak. Hanya Jokowi yang bisa memberikan pencerahan dalam kasus Novel.
 
"Dengan hormat kami ingatkan Bapak Presiden bahwa Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kejaksaan Agung berada di bawah langsung Presiden karena tidak ada kementerian yang membawahi kedua lembaga ini," tutur Kurnia.
 
Jokowi, kata dia, tak boleh diam melihat putusan kasus Novel. Masa depan penegakan hukum dipertaruhkan dalam perkara Novel.
 
Baca:Penyerang Novel Terima Divonis Lebih Berat dari Tuntutan
 
"Baik buruk penegakan hukum adalah tanggung jawab langsung Presiden yang akan terus tercatat dalam sejarah negara hukum Republik Indonesia," tegas Kurnia.
 
Penyerang Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette divonis 2 tahun penjara. Sementara rekannya Ronny Bugis divonis 1 tahun 6 bulan penjara.
 
"Menyatakan terdakwa Rahmat Kadir Mahulette telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan penganiayaan dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan luka berat," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Djumyanto saat membacakan vonis Kamis malam, 16 Juli 2020.
 
Ronny Bugis dinilai membantu Rahmat melancarkan aksinya. Ronny mengantar Rahmat Kadir ke kediaman Novel di Jalan Deposito Blok T Nomor 8 RT003/RW010, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ronny dinilai tidak mengetahui rencana Rahmat yang akan menyiram Novel dengan air keras.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif