GNPF MUI bakal melaporkan pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai telah melakukan pencemaran terhadap agama Islam. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.
GNPF MUI bakal melaporkan pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai telah melakukan pencemaran terhadap agama Islam. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.

Sukmawati Bakal Dipolisikan Lagi

Nasional Kasus Hukum Sukmawati
Candra Yuri Nuralam • 21 November 2019 04:54
Jakarta: Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) berencana akan melaporkan anak Presiden Pertama RI, Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan pencemaran agama. GNPF akan melapor ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis,21 November 2019.
 
"Saya mewakili GNPF Ulama insyaallah besok akan melaporkan Sukmawati ke polisi karena dia telah berkali-kali diduga melakukan penodaan agama Islam," kata Sekretaris Jenderal GNPF Ulama Edy Mulyadi berdasarkan keterangan tertulisnya, Rabu, 20 November 2019.
 
Edy menilai ucapan Sukmawati sudah kelewatan. Ucapan Sukmawati dinilai telah menyakiti hati umat muslim di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi telah menyatakan bahwa ucapan Sukmawati menyakiti hati umat Islam. Lagipula, laporan serupa juga sudah didahului banyak pihak, baik individu maupun organisasi," ujar Edy.
 
Edy berharap polisi bersikap netral dalam menindaklanjuti kasus ini. Edy yakin polisi bekerja sesuai dengan profesionalisme yang ada.
 
"Saya berharap dan percaya polisi kali ini akan bersikap profesional dan proporsional. Polisi akan menanggapi dan memproses laporan dugaan penodaan agama yang dilakukan Sukmawati secara adil sesuai hukum yang berlaku," ujar Edy.
 
Dugaan penistaan agama dilakukan Sukmawati pada 11 November 2019. Sukmawati berbicara di forum peringatan hari pahlawan terkait perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan Indonesia dari jajahan Belanda.
 
Sukmawati bertanya kepada peserta forum terkait Pancasila dan Alquran. Sukmawati juga bertanya kepada peserta perbandingan jasa Presiden Soekarno dan Nabi Muhammad SAW pada 1920-an. Pernyataan itu dinilai menista agama.
 
Sebelumnya Sukmawati juga sudah dilaporkan oleh Irvan Noviandana terkait kasus yang sama. Laporan Irvan tertuang dalam nomor LP/7456/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimum.
 
Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Abdul Majid juga melaporkan Sukmawati. Laporan tersebut diterima pihak Bareskrim dengan nomor LP/B/0986/XI/2019/ BARESKRIM tertanggal 20 November 2019.
 
Keduanya melapor dengan Pasal yang disangkakan Pasal 156a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Penistaan Agama.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif