Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: ANT/Aprilio Akbar.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: ANT/Aprilio Akbar.

Ahli Biro Klasifikasi Diperiksa Terkait Kasus RJ Lino

Nasional rj lino
Juven Martua Sitompul • 01 Juli 2019 11:19
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II tahun anggaran 2010. Penyidikan ditandai dengan memeriksa Ahli K3 Pesawat Angkat dan Angkut PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Suismono.
 
"Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RJL (mantan Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.
 
Penyidik juga memanggil pegawai PT Biro Klasifikasi Indonesia, Akhmad Muliaddin. Keterangan kedua saksi dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan Lino.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:KPK Benarkan Pengusutan Kasus Korupsi di Pelindo II Lamban
 
Kasus ini ditangani KPK sejak Desember 2015. Namun, pengusutan kasus dugaan korupsi di Pelindo II itu belum juga rampung.
 
Penyidik bahkan belum menahan Lino. Lino yang kini menjabat sebagai Komisaris PT JICT terakhir diperiksa penyidik pada 5 Februari 2016.
 
KPK menetapkan Lino sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II. Lino diduga telah menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery, sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC.
 
Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif