Kapolri Jendral Tito Karnavian. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Kapolri Jendral Tito Karnavian. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Kapolri: Jumlah Kombes Polisi Kebanyakan

Ilham wibowo • 03 Juli 2018 14:45
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku dilema memilih jajarannya untuk dinaikkan pangkat menjadi komisaris besar (kombes) polisi. Selain performa organisasi, Tito juga memikirkan jumlah jabatan struktural Polri untuk diisi perwira menengah (pamen).
 
"Ini persoalan, saya pengen curhat agar paham," kata Tito saat memimpin upacara kenaikan 34 pangkat pamen Polri menjadi kombes di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.
 
Menurut Tito, sulit untuk bisa mewujudkan pangkat kombes bisa dirasakan seluruh angkatan tiap lulusan Akademi Kepolisian (Akpol). Pasalnya, jumlah jabatan saat ini tak sebanding dengan rekruitmen yang menghadirkan lebih dari 200 perwira Polri setiap tahun.
 
"Kita mulai mengalami periode di mana ada persoalan mulai meledaknya anggota pamen jabatan kombes," ungkapnya.
 
Persoalan tersebut, kata Tito, buntut dari rekrutmen besar-besaran Akpol sejak 1985. Hingga saat ini, Polri sudah mencetak 1.400 kombes yang ditugaskan di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut merupakan anggota pilihan dari angkatan Akpol 1986 hingga 1997.
 
Baca: Kinerja Polisi Paling Banyak Dikeluhkan Masyarakat
 
Tito memutuskan untuk mencari anggota berpangkat kombes yang top of the top. Idealnya, kata dia, kandidat yang dipilih telah senior dan memiliki performa mumpuni untuk bisa menjadi kandidat jenderal.
 
"Jadi mohon maaf, (kombes) angkatan 84-86 ini rata-rata yang ini masih sisa dari angkatannya. Sementara junior angkatan 90 ke atas ini adalah mereka yang masih bagus idealismenya, spirit bekerja masih oke," bebernya.
 
Tito telah berdiskusi dengan Wakapolri Komjen Syafruddin untuk memilih kandidat terbaik. Hasilnya Polri berniat menghentikan sementara kenaikan pangkat kombes. Rencana itu bakal dimulai tahun ini hingga dua tahun mendatang.
 
"Terjadi bottle neck di pangkat kombes. Mau tidak mau kita akan mengerem di kombes karena kini kombes jumlahnya banyak sekali," ucap mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>