Ilustrasi TNI. ANT/Mumahammad Adimaja
Ilustrasi TNI. ANT/Mumahammad Adimaja

Pelibatan TNI Menangani Terorisme Diusulkan Menjadi Opsi Terakhir

Nasional terorisme tni teroris
Theofilus Ifan Sucipto • 09 Agustus 2020 12:33
Jakarta: Pelibatan TNI menangani terorisme diusulkan menjadi opsi terakhir. Pelibatan TNI bila penegak hukum tak mampu menangani terorisme.
 
“Pelibatan TNI mengatasi terorisme di dalam negeri merupakan pilihan yang terakhir,” kata anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, Julius Ibrani, di Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2020.
 
Julius mengatakan pelibatan TNI tidak boleh bersifat permanen. Sebab, tugas utama TNI adalah menghadapi perang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca: Pelibatan TNI Tangani Terorisme Dinilai Merusak Desain TNI dan Polri)
 
Selain itu, pelibatan TNI harus tunduk pada norma hukum dan hak asasi manusia (HAM) yang berlaku. Konsekuensinya, seluruh prajurit TNI harus tunduk pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan Undang-Undang HAM.
 
“Penggunaan dan pengerahan TNI harus atas dasar keputusan politik negara yakni keputusan Presiden,” ujar Julius.
 
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) itu mengatakan keputusan itu harus secara tertulis. Ini agar maksud, tujuan, waktu, anggaran, dan jumlah pasukan tepat sasaran.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif