NEWSTICKER
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. Foto: Saskia Anindya Putri/Dok MI
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. Foto: Saskia Anindya Putri/Dok MI

Polri Telusuri Status WNI Eks Kombatan ISIS

Nasional isis wni gabung isis
Cindy • 03 Februari 2020 16:40
Jakarta: Polri berkoordinasi dengan beberapa Negara Timur Tengah untuk memulangkan 600 warga negara Indonesia (WNI) eks kombatan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Mereka berada di Suriah, Turki, dan Irak.
 
"Kita pastikan dulu bagaimana sikap pemerintah di sana. Kita masih koordinasi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020.
 
Polri akan memverifikasi status para WNI yang pernah bergabung dalam organisasi terorisme tersebut. "Kita harus jelas track record dan seterusnya. Jadi, masih ada proses itu untuk memastikan sambil kita melihat (sikap) pemerintah dari sana," ucap Asep.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Korps Bhayangkara bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Agama, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masih melakukan kajian strategis. Kajian ini untuk mengukur tingkat paparan radikalisme atas 600 WNI tersebut.
 
"Tentunya tidak sembarang kita kembalikan. Bagaimana tingkat pemahaman ISIS mereka. Jadi, secara bertahap dilakukan (kajian). Hasil dari bagian strategis itu akan menentukan langkah selanjutnya," ujar Asep.
 
BNPT dan Densus 88 Antiteror juga akan melaksanakan program deradikalisasi terhadap WNI eks kombatan ISIS. Hal ini untuk menumbuhkan kembali kecintaan para WNI terhadap NKRI.
 
"Berikutnya kita masih perlu upaya mengawasi gerak-gerik orang tersebut, jangan sampai memberikan pemaparan (radikal) kepada orang lain," imbuh Asep.
 
Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan akan memulangkan 600 WNI. Proses pemulangan akan terwujud dalam waktu dekat.
 
Menurut Fachrul, Indonesia memiliki kewajiban menerima dan membina WNI yang terpapar paham radikal. Sehingga, mereka bisa kembali menjadi WNI yang baik.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif