Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Kasus Bakamla, Fahmi Darmawansyah Benarkan Permintaan Komitmen Fee

Fachri Audhia Hafiez • 24 Maret 2022 14:34
Jakarta: Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah, tak menampik adanya permintaan komitmen fee anggota Komisi I DPR periode 2014-2019 Fayakhun Andriadi terkait proyek pengadaan monitoring satellite dan drone pada Badan Keamanan Laut (Bakamla). Komitmen fee itu sebesar 1 persen atau sekitar Rp12 miliar dari total nilai proyek.
 
Hal itu terungkap ketika jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Fahmi ketika diperiksa penyidik.
 
"Pada BAP nomor 55, (saat ditanya penyidik) apakah benar komitmen fee 1 persen dari (nilai proyek) Rp1,22 triliun yang diminta oleh Fayakhun, saudara jawab ya benar. Ini jawaban saudara terkait komitmen 1 persen dari Rp1,22 triliun atau sebesar Rp12 miliar yang diminta oleh Fayakhun," kata salah satu JPU KPK saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Perusahaan Suami Inneke Koesherawati Bakal Diperiksa Sebagai Terdakwa
 
Jaksa juga menerangkan bahwa setelah adanya permintaan itu, Fahmi berupaya merealisasikannya. Pemberian komitmen fee dilakukan secara bertahap dan ditransfer menggunakan mata uang asing.
 
"Tahap pertama sebesar USD300 ribu dari rekening Fahmi," ujar jaksa.
 
Menurut jaksa, terdapat dua rekening atas nama Fahmi dan Sriyati Mutiah untuk memenuhi nilai transfer tersebut. Fahmi mengaku bahwa hal itu dilakukan karena dia sewaktu-waktu tidak bisa transfer.
 
"Jadi, kalau saya enggak bisa ke ibu. Itu rekening pribadi yang terpisah dengan perusahaan (PT Merial Esa)," kata Fahmi.
 
Pada surat dakwaan disebutkan permintaan komitmen fee itu bermula dari usulan penambahan anggaran proyek pengadaan monitoring satellite dan drone sebesar Rp850 juta. Fayakhun sejatinya telah sepakat untuk menerima 6 persen komitmen fee.
 
"Sehingga, total fee yang harus disiapkan menjadi sebesar 7 persen dari nilai proyek dan khusus komitmen fee 1 persen tersebut agar diberikan kepada Fayakhun," bunyi surat dakwaan.
 
PT Merial Esa didakwa memberi suap kepada sejumlah pihak terkait mengupayakan proyek pengadaan monitoring satellite dan drone pada Bakamla. Korporasi tersebut diwakili oleh Fahmi Darmawansyah selaku Direktur PT Merial Esa dan duduk sebagai terdakwa.
 
Nilai uang yang mengalir itu bervariasi. Eks anggota Komisi I DPR Fayakhun Andriadi menerima sebesar USD911.480; narasumber bidang perencanaan dan anggaran Bakamla Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi sejumlah Rp64 miliar; dan kuasa pengguna anggaran (KPA) Satuan Kerja Bakamla tahun anggaran 2016, Eko Susilo Hadi, senilai SGD100 ribu, USD88.500, dan 10 ribu Euro.
 
Berikutnya, uang juga mengalir pejabat pembuat komitmen (PPK) Kegiatan Peningkatan Pengelolaan Informasi Hukum dan Kerjasama Keamanan dan Keselamatan Laut di lingkungan Bakamla TA 2016, Bambang Udoyo, sebesar SGD105.000; Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi di Bakamla, Nofel Hasan, sebesar SGD104.500; dan Kasubag TU Sestama Bakamla, Tri Nanda Wicaksono, senilai Rp120 juta.
 
Pemberian uang itu dilakukan karena Fayakhun dan Ali Fahmi telah mengupayakan alokasi penambahan anggaran Bakamla untuk proyek pengadaan monitoring satellite dan drone dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2016. Sementara, pemberian fulus kepada Eko Susilo Hadi, Bambang Udoyo, Nofel Hasan, dan Tri Nanda Wicaksono dilakukan karena mereka telah memenangkan perusahaan PT Melati Technofo Indonesia yang terafiliasi oleh Fahmi.
 
PT Merial Esa didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif