PT Merial Esa diwakili oleh Fahmi Darmawansyah selaku Direktur PT Merial Esa menjalani sidang dakwaan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
PT Merial Esa diwakili oleh Fahmi Darmawansyah selaku Direktur PT Merial Esa menjalani sidang dakwaan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Perusahaan Suami Inneke Koesherawati Bakal Diperiksa Sebagai Terdakwa

Fachri Audhia Hafiez • 24 Maret 2022 07:01
Jakarta: PT Merial Esa akan diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang kasus dugaan suap proyek pengadaan monitoring satelitte dan drone pada Badan Keamanan Laut (Bakamla). Perusahaan tersebut milik suami aktris Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah.
 
Sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Perkara tersebut tercatat pada nomor 2/Pid.Sus-TPK/2022/PN Jkt.Pst.
 
"Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa pukul 11.00 WIB," bunyi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, Kamis, 24 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PT Merial Esa didakwa memberi suap kepada sejumlah pihak terkait mengupayakan proyek pengadaan monitoring satelitte dan drone pada Bakamla. Korporasi tersebut diwakili oleh Fahmi Darmawansyah selaku Direktur PT Merial Esa dan duduk sebagai terdakwa.
 
Nilai uang yang mengalir itu bervariasi. Anggota Komisi I DPR Fayakhun Andriadi periode 2014-2019 menerima USD911.480; narasumber bidang perencanaan dan anggaran Bakamla Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi Rp64 miliar; dan kuasa pengguna anggaran (KPA) Satuan Kerja Bakamla tahun anggaran 2016, Eko Susilo Hadi, senilai SGD100 ribu, USD88.500, dan 10.000 euro.
 
Baca: PT Merial Esa Didakwa Memberi Suap ke Eks Legislator dan Pihak Bakamla
 
Berikutnya, uang juga mengalir pejabat pembuat komitmen (PPK) Kegiatan Peningkatan Pengelolaan Informasi Hukum dan Kerjasama Keamanan dan Keselamatan Laut di lingkungan Bakamla TA 2016, Bambang Udoyo, sebesar SGD105.000; Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi di Bakamla, Nofel Hasan, sebesar SGD104.500; dan Kasubag TU Sestama Bakamla, Tri Nanda Wicaksono, senilai Rp120 juta.
 
Pemberian uang itu dilakukan karena Fayakhun dan Ali Fahmi telah mengupayakan alokasi penambahan anggaran Bakamla untuk proyek pengadaan monitoring satelitte dan drone dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2016. Sementara, pemberian fulus kepada Eko Susilo Hadi, Bambang Udoyo, Nofel Hasan, dan Tri Nanda Wicaksono dilakukan karena mereka telah memenangkan perusahaan PT Melati Technofo Indonesia yang terafiliasi oleh Fahmi.
 
PT Merial Esa didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif