Ilustrasi. MI
Ilustrasi. MI

Kejagung Diminta Transparan Ungkap Korupsi Minyak Goreng

Nasional minyak goreng Kejaksaan Agung Mafia Minyak Goreng Korupsi Minyak Goreng
Tri Subarkah • 21 April 2022 19:26
Jakarta: Transparency International Indonesia (TII) meminta Kejaksaan Agung transparan dalam mengungkap perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, termasuk minyak goreng, periode Januari 2021 sampai Maret 2022. Masyarakat perlu mengetahui kasus itu secara detail agar Kejagung tidak dicap 'mencari muka'.
 
"Transparansi dan keterbukaan secara detail kasus ini harus dibuka sejelas-jelasnya kepada publik, biar kesan 'cari muka' ini dibuktikan bahwa mereka benar-benar bekerja atas dasar kepentingan negara dan masyarakat, bukan sekadar cari muka," kata peneliti TII Bellicia Angelica saat dihubungi Media Indonesia, Kamis, 21 April 2022.
 
Menurut dia, perkara yang diungkap Kejagung masih dalam tahap permukaan. Kejagung harus menjelaskan bagaimana titik awal dugaan rasuah tersebut bisa muncul dan benang merahnya dengan kelangkaan minyak goreng di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bellicia juga meminta Kejagung mengungkap semua data dan bukti yang telah dikumpulkan, termasuk soal dugaan suap, gratifikasi, atau janji yang diberikan pihak swasta ke Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana.
 
"Ini bukan hanya tugas berat Kejagung ke depan, tapi semua pemangku kepentingan yang terlibat. Tata kelola sawit dari hulu hingga hilir jadi bisnis minyak goreng ini sudah jadi cerita lama lahan basah untuk melakukan korupsi dan suap," jelas dia.
 
Dia juga mendorong Kejagung untuk menjerat korporasi jika menemukan alat bukti yang cukup.
 
Baca: Kejagung: Kewajiban DMO Eksportir Minyak Goreng Hanya di Atas Kertas
 
Sebelumnya, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) meminta tiga pengurus perusahaan eksportir minyak goreng yang telah menjadi tersangka oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) dilepas. Ketiganya merupakan anggota GIMNI.
 
"Mengganggu kita sangat, psikologi kita kena, kita sudah berbuat benar, pengorbanan besar, malah kena. Jadi merugikan, ini ada kepanikan," ujar Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga.
 
Tiga tersangka yang dimaksud adalah Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, dan Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif