Jaksa Agung Burhanuddin. Istimewa
Jaksa Agung Burhanuddin. Istimewa

Kejagung Tangkap 137 Buron Sepanjang 2021

Nasional kasus korupsi Kejaksaan Kejaksaan Agung Kaleidoskop 2021
Al Abrar • 01 Januari 2022 12:42
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan telah menangkap 137 buron yang masuk dalam pencarian orang sejak Januari hingga Desember 2021. Ke-137 orang itu merupakan tersangka, terpidana, ataupun terdakwa kasus tindak pidana. 
 
"Rinciannya 88 orang perkara tindak pidana Khusus dan 49 orang perkara tindak pidana umum," kata Jaksa Agung dalam keterangan Refleksi Akhir Tahun 2021 dan Rencana Program Prioritas Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2022, Sabtu, 1 Januari 2022.
 
Burhanuddin juga menyampaikan, tahun 2021 menjadi momentum bersejarah bagi penegakan hukum di Indonesia, khususnya Kejaksaan Republik Indonesia. Ia mengatakan Kejaksaan Agung melakukan kiprah nyata dalam satu tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yaitu, membentuk Satgas Investasi, Satgas Pemberantasan Mafia Tanah dan Mafia Pelabuhan, dan mendukung Satgas Penanganan hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI),” ujar Burhanuddin. 
 
Baca: 2021, Datun Kejagung Selamatkan Rp421,4 Miliar Uang Negara dan Pulihkan Rp3,5 Triliun
 
Burhannudin juga mengatakan selama satu tahun Kejagung berhasil melakukan pengamanan pembangunan strategis terhadap 92 kegiatan dengan pagu sekira Rp162,5 Triliun. Selain itu, penegakan integritas pegawai melalui Satgas 53 dan pelaksanan restorative justice terhadap 346 perkara.
 
Selama satu tahun Kejaksaan Agung juga melakukan penegakan hukum tindak pidana korupsi yang berorientasi pada kerugian perekonomian negara. Salah satunya menuntut pidana mati terhadap terdakwa korupsi yang telah mengulangi kejahatannya.
 
Seperti diketahui Terdakwa kasus korupsi PT ASABRI, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung.
 
Dalam refleksi satu tahun itu, Kejaksaan juga melakukan berbagai langkah strategis menjaga muruah institusi dan penguatan kelembagaan. Antara lain, penyelamatan dan pengembalian kerugian negara yang berhasil dilakukan oleh Pusat Pemulihan Aset sebesar Rp255,5 Miliar.
 
“Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak juga telah melampaui target yaitu sebesar Rp920 miliar,” ujarnya.
 
Burhannudin menambahkan sejumlah upaya telah dilakukan guna mengeliminasi ancaman, gangguan, hambatan, tantangan (AGHT) stabilitas keamanan negara, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi, mulai dari mengumpulkan data terduga teroris sebanyak 395 orang dan 99 organisasi teroris, baik nasional maupun internasional guna membangun bank data intelijen. Kemudian melaksanakan pengamanan investasi dengan total anggaran Rp691 triliun. 
 
Selanjutnya Kejaksaan telah menangani 1.852 perkara dan telah mengeksekusi pidana badan sebanyak 935 terpidana. Beberapa pencapaian lainnya juga berhasil dilakukan antara lain penyelamatan keuangan negara sebesar Rp21,2 triliun dan USD $763.080 serta SGD S$32.900. 
Begitu juga dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp415,6 miliar.
 
Jaksa Agung juga menyampaikan bahwa Kejaksaan juga telah menorehkan prestasi selama tahun 2021 dari sisi penanganan perkara perdata dan tata usaha negara. Di antaranya adalah Penyelamatan Keuangan Negara sebesar Rp421,4 miliar dan pemulihan keuangan negara sebesar Rp3,5 triliun.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif