Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Polri: Hanya Orang Pesimis Tak Percaya Kasus Novel Tuntas

Nasional novel baswedan
Candra Yuri Nuralam • 16 Juli 2019 05:08
Jakarta: Polri meminta meminta masyarakat tidak pesimis dengan kerja timnya dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Polisi butuh waktu untuk mengungkap aksi teror tersebut.
 
"Hanya orang pesimis yang mikir seperti itu, itu orang yang memiliki pemikiran yang kerdil," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.
 
Dedi berjanji pihaknya transparan dalam membeberkan seluruh temuan tim khusus bentukan Polri kepada publik. Masyarakat diminta tak ragu dengan hasil investigasi tim bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harus optimis dong, optimis. dan tentunya setiap proses penyidikan akan disampaikan secara bertahap seperti halnya pengungkapan terhadap kasus kerusuhan 21 dan 22 Mei," ujar Dedi.
 
Jenderal bintang satu ini mengingatkan jika setiap kasus tidak bisa disamakan dengan kasus lain. Setiap perkara, kata dia, memiliki tingkat kesulitannya masing-masing.
 
(Baca: KPK Belum Terima Laporan Kerja Tim Khusus Polri)
 
Khusus kasus Novel, Korps Bhayangkara tidak ingin gegabah. Polisi tidak mau buru-buru menyimpulkan pelaku atau otak di balik teror tersebut.
 
"Semuanya step by step, ya enggak harus terburu-buru. Ada adagium hukum, bahwa lebih baik kita membebaskan 1000 orang yang bersalah dari pada kita memenjarakan satu orang yang tidak bersalah, itu prinsip itu," pungkasnya.
 
Tim khusus bentukan Tito Karnavian gagal mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Padahal, tim khusus ini memiliki waktu 6 bulan untuk mengungkap kasus tersebut.
 
Tim ini dibentuk Tito Karnavian pada 8 Januari 2019, dengan jumlah anggota sebanyak 65 orang. Namun, tim tersebut tidak mampu mengungkap pelaku hingga masa kerjanya berakhir pada 7 Juli 2019. Aktor atau otak atas teror yang membuat mata kiri Novel cacat permanen masih berkeliaran bebas.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif