Dirut nonaktif PT PLN Sofyan Basirmen ditahan KPK setelah menjalani pemriksaan selam 4 jam di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Dirut nonaktif PT PLN Sofyan Basirmen ditahan KPK setelah menjalani pemriksaan selam 4 jam di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Mohamad Irfan.

Sofyan Basir Dicecar Soal Kontrak Proyek PLTU Riau-1

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Candra Yuri Nuralam • 28 Mei 2019 07:57
Jakarta: Direktur Utama (Dirut) nonaktif PT PLN Sofyan Basir sempat dicecar soal kontrak kerja sama proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 pada pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik menyodorkan barang bukti berupa kontrak kerja sama kepada Sofyan.
 
“Tadi hanya mengenai kontrak saja tidak mengenai substansi tetapi penyidik menyodorkan barang bukti berupa kontrak itu dan apa benar ini tanda tangan Pak Sofyan. Sudah itu saja dan memang benar tanda tangannya Pak Sofyan,” kata pengacara Sofyan Basir, Soesilo Aribowo, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 27 Mei 2019, malam.
 
Usai diperiksa, KPK pun menahan Sofyan untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK. Sofyan pun mengaku akan mengikuti proses hukum di Korps Antirasuah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait penahanan kliennya, Soesilo menyayangkannya. Dia mengharapkan penahanan dapat dilakukan setelah hari raya Idulfitri.
 
Pemeriksaan Sofyan oleh KPK pada Senin ini adalah yang kedua kalinya setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa, 23 April 2019. Sebelumnya, Sofyan telah diperiksa sebagai tersangka untuk pertama kalinya pada Senin, 6 Mei 2019. Saat itu, KPK belum menahan Sofyan usai diperiksa.
 
Baca: Dirut Pertamina Mangkir Pemeriksaan KPK
 
KPK pada Senin, 27 Mei 2019, telah memeriksa lima saksi untuk tersangka Sofyan dalam penyidikan kasus korupsi kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Pemeriksaan itu juga berkaitan dengan peran Sofyan dalam proses penyusunan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.
 
Lima saksi itu adalah pelaksana tugas (plt) Dirut PT PLN Muhamad Ali, Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso, Sales Retail PT Bahana Securitas Suwardi, Muhisam dari unsur swasta, dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo. Kotjo adalah salah satu terpidana dalam kasus ini. (Antara)

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif