Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto

Direktur Keuangan Waskita Wado Energi 'Digarap' KPK

Juven Martua Sitompul • 20 Desember 2018 11:18
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Keuangan dan SDM di PT Waskita Wado Energi Tri Yuharlina. Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap PT Waskita Karya.
 
"Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YAS (Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014, Yuly Ariandi Siregar)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis, 20 Desember 2018.
 
Baca: Empat Petinggi PT Waskita Karya Dicegah

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik juga memanggil tujuh saksi lain. Mereka ialah Kasie Logistik Proyek CCTWI PT Waskita Karya, ‎Ebo Sancoyo; pensiunan Waskita Karya, Tri ‎Mulyo Wibowo; Staff Keuangan Divisi II PT Waskita Karya, Wagimin; Wakadiv PT Waskita Beton Precast, Fakih Usman; pegawai PT Waskita Beton Precast, Agus Santoso; Direktur PT Safa Sejahtera Abadi, Rizal Alfarizi dan Direktur PT Mer Engineering, Ari Prasodo.
 
"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama," ujarnya.
 
KPK sebelumnya menetapkan dua orang pejabat Waskita Karya yakni Kepala Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2011-2013 Fathor Rachman dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka korupsi 14 proyek fiktif, yang digarap PT Waskita.
 
Baca: Peran PT Waskita pada 14 Proyek Fiktif Diselidiki
 
Kedua tersangka diduga melakukan pengeluaran atau pembayaran 14 pekerjaan fiktif PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor. Negara diduga merugi hingga Rp186 miliar.
 
Sebanyak 14 proyek infrastruktur itu ialah:
1. Proyek normalisasi kali Bekasi Hilir, Jawa Barat
2. Proyek Banjir Kanal Timur (BKT) paket 22, Jakarta
3. Proyek Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara
4. Proyek Bendungan Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat
5. Proyek normalisasi kali pesanggarahan paket 1, Jakarta
6. Proyek PLTA Genyem, Papua
7. Proyek tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 1, Jawa Barat
8. Proyek fly over Tubagus Angke, Jakarta
9. Proyek fly over Merak-Balaraja, Banten
10. Proyek Jalan Layang non tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak), Jakarta
11. Proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi W 1, Jakarta
12. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 2, Bali
13. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 4, Bali
14. Proyek Jembatan AJI Tulur-Jejangkat, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
 
Fathor dan Yuly disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
(OJE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif