Caption Photo: Sidang pemeriksaan terdakwa Idrus Marham. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Caption Photo: Sidang pemeriksaan terdakwa Idrus Marham. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Idrus Minta Restu Luhut Buat jadi Ketum Golkar

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Fachri Audhia Hafiez • 12 Maret 2019 18:56
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Idrus Marham mengaku sempat berkonsultasi dengan politikus senior Partai Golkar Luhut Binsar Panjaitan. Idrus meminta wejangan untuk maju sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto.
 
Hal itu terungkap dalam sidang, saat Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mengonfirmasi soal Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai Golkar 2017 kepada Idrus.
 
"Waktu itu saya ketemu Pak Luhut. Saat itu saya memang sudah tahu Airlangga Hartarto ingin cepat Munaslub, dan saya protes. Nah maka saya bilang begini, apa sih susahnya kalau saya duluan, saya lanjutin," kata Idrus di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Idrus tak mendapat restu dari Luhut. Dukungan terhadap Airlangga Hartarto untuk maju kursi 1 Partai Golkar semakin kuat, apalagi Novanto tersandung kasus KTP berbasis elektronik (KTP-el).
 
"Tanggal 25 atau 26 November (2017) sebenarnya sudah penguatan (sebagai Ketum Golkar) Airlangga Hartarto. Sudah ada telepon dari oknum pemerintahan,' ujar Idrus.
 
(Baca: Idrus Kesal Namanya Kerap Dicatut Eni)
 
Idrus didakwa meminta USD2,5 juta kepada bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo melalui Eni Maulani Saragih untuk keperluan maju sebagai Ketum Golkar, menggantikan Novanto.
 
Idrus bersama Eni didakwa menerima suap Rp2,250 miliar dalam perkara suap proyek PLTU Riau-1. Suap itu diduga mengalir ke munaslub Partai Golkar 2017.
 
Uang suap itu diduga diberikan agar Kotjo mendapat proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau (PLTU MT Riau-1). Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd, perusahaan yang dibawa oleh Kotjo.
 
Akibat perbuatannya, Idrus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif