Sidang pemeriksaan terdakwa Idrus Marham. (Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez)
Sidang pemeriksaan terdakwa Idrus Marham. (Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez)

Idrus Kesal Namanya Kerap Dicatut Eni

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Fachri Audhia Hafiez • 12 Maret 2019 16:18
Jakarta: Mantan Menteri Sosial Idrus Marham kesal pada mantan wakil komisi VII Eni Maulani Saragih. Kekesalannya itu memuncak saat Eni kerap mencatut namanya dalam proyek yang tengah dikerjakan Eni.
 
"Saya sudah sering ingetin,'sudah jangan libatkan saya'. Makanya cara saya untuk akhiri (percakapan) sudah agak keras, sedang, bentak, dan jangan libatkan saya," tegas Idrus saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Maret 2019.
 
Idrus mengatakan Eni kerap melibatkan namanya dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU MT) Riau-1. Itu diketahuinya dari berita acara pemeriksaan (BAP) Eni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Coba buka BAP Eni nomor 22, 'saya bukan siapa-siapa,' kata Eni. 'Karena itu saya mengikutkan Idrus'. Di sinilah awal mula Eni memanfaatkan dan bawa nama secara fiktif. Namanya dibawa, bukan orangnya," ujar Idrus.
 
Baca juga:Idrus Berkelakar Minta USD2,5 Juta buat Maju Ketum Golkar
 
Majelis hakim kemudian menyebut dari sekian banyak komunikasi dengan Eni, pencatutan diduga bukan satu-satunya hal yang dilakukan Eni. Melainkan, ada dugaan peran Idrus dalam upaya membantu Eni dalam memfasilitasi proyek PLTU Riau-1. Sebab, Idrus sempat mengakui kenal dengan bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo, sejak tahun 2000.
 
"Karena saya yakin Kotjo tidak akan bantu (Eni). Eni sudah membatasi, lain akadnya calon ketua umum (caketum) ini munaslub," ujar Idrus.
 
Idrus diduga meminta USD2,5 juta kepada Kotjo melalui Eni untuk keperluan maju sebagai Ketum Golkar, menggantikan Setya Novanto yang tersandung kasus korupsi di KPK.
 
Baca juga:Mantan Pimpinan Komisi VII Divonis Enam Tahun Penjara
 
Idrus sebelumnya didakwa bersama Eni Maulani menerima suap Rp2,250 miliar dalam perkara suap proyek PLTU Riau-1. Suap itu diduga mengalir ke musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar 2017.
 
Uang suap itu diduga diberikan agar Kotjo mendapat proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau (PLTU MT Riau-1). Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd, perusahaan yang dibawa oleh Kotjo.
 
Dalam perkara ini, Idrus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif