Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan menjalani sidang perdana - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan menjalani sidang perdana - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Karen Agustiawan Berharap Keadilan

Nasional Kasus hukum Karen Galaila
Fachri Audhia Hafiez • 31 Januari 2019 12:24
Jakarta: Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan menjalani sidang dakwaan, Kamis, 31 Januari 2019. Karen duduk di kursi pesakitan lantaran diduga melakukan penyimpangan dalam pengusulan investasi saat menjabat sebagai orang nomor satu di Pertamina.
 
"Saya ikuti proses pengadilan untuk mendapat keadilan yang seadil-adilnya. Saya berharap keadilan itu akan muncul walaupun langit akan runtuh," kata Karen sebelum sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Januari 2019.
 
Karen meyakini pemerintah akan mendukung dan melindungi aksi korporasi yang dilakukan Pertamina. Sebab, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina melakukan aksi korporasi sebagai perkembangan yang berkelanjutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sampai saat ini saya tidak tahu di mana letak kesalahan saya. Padahal sejak saya memimpin, saya sudah melakukan semuanya demi kebaikan Pertamina dan sesuai jalurnya, sehingga nama Pertamina diakui dan dikenal di kancah internasional," ucap Karen.
 
Hingga berita dibuat, persidangan masih berlangsung. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Emilia Djaja Subagia dengan anggota majelis hakim Frangki Tambuwun, Rosmina, Anwar, dan Mohammad Idris.
 
(Baca juga:Kejagung Pastikan Punya Bukti Mentersangkakan Karen)
 
Karen sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.
 
Perkara ini bermula pada 2009 ketika PT Pertamina (Persero) mengakuisisi (investasi nonrutin) berupa pembelian sebagian aset milik ROC Oil Company LTd di Lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia. Pembelian berdasarkan agreement for sale and purchase-BMG project tanggal 27 Mei 2009.
 
Dalam pelaksanaannya, ada dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi. Pengambilan keputusan investasi diduga tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap dan tanpa adanya persetujuan dari dewan komisaris. Hal ini membuat keuangan Pertamina dirugikan USD31.492.851 dan AUD26.808.244 atau setara Rp568,06 miliar.
 


 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif