Nasib PK Ahok Masih Buram
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama kuasa hukum. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Kelanjutan peninjauan kembali (PK) kasus mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Mahkamah Agung belum tergambar jelas. Mahkamah Agung (MA) mengaku belum menerima berkas memori PK dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).

"Kemarin Jumat (2 Maret 2018) sih belum ada, saya belum tahu kalau hari ini," kata Kepala Humas MA Suhadi kepada Medcom.id, Senin, 5 Maret 2018.

Sementara itu, Suhadi belum bisa memastikan apakah PK Ahok akan disidang secepatnya. Masalah ini tergantung pada majelis hakim di MA. "Saya belum tahu apakah hari ini akan sidang atau tidak. Belum tanya ke bagian pidana," tandasnya. 


Seperti diketahui, memori PK Ahok diterima majelis hakim PN Jakut pada 26 Februari 2018. Artinya langkah hukum PK akan dilanjutkan ke MA.
 
Ketua Majelis Hakim PN Jakut Mulyadi berharap memori tersebut sudah dikirimkan ke MA dalam tempo tujuh hari. "Saya harap minggu depan majelis sudah bisa kirim ke MA," kata dia.

Dalam kesempatan itu, tim kuasa hukum menyerahkan 156 lembar bukti baru. Salah satunya berkaitan dengan putusan Buni Yani, terpidana kasus pengeditan video Ahok. 

Baca: Pengacara Sebut Pengajuan PK Momentum Kebebasan Ahok

Mulyadi menegaskan sidang di PN Jakut tidak langsung memutuskan permohonan PK Ahok diterima atau ditolak. Keputusan akhir akan dilakukan MA.

PK Ahok disampaikan melalui kuasa hukumnya Josefina A Syukur dari Law Firm Fifi Lety Indra & Patrners. Permohonan dikirimkan pada 2 Februari 2018 di PN Jakut.

Putusan yang ajukan ditinjau ulang bernomor 1537/Pid.B/2016/PN.Jkt.Utr yang memvonis Ahok dua tahun penjara. Putusan itu telah berkekuatan hukum tetap dan vonisnya telah dijalani Ahok. 





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id