Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

2 dari 5 WNI Fasilitator Keuangan ISIS di Amerika Telah Dihukum

Nasional terorisme polri isis wni
Siti Yona Hukmana • 11 Mei 2022 10:58
Jakarta: Sebanyak lima warga negara Indonesia (WNI) menjadi fasilitator Keuangan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Amerika Serikat. Adapun dua di antaranya telah dihukum.
 
"Yang diproses hukum di Indonesia oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri ada dua," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Dedi menuturkan keduanya ialah Ari Kardian dan Rudi Heryadi. Ari kasusnya memfasilitasi pengiriman orang ke Syria.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ari Kardian sudah bebas. Ari dua kali diproses hukum, hukumannya pertama dan kedua selama tiga tahun (penjara), " ujar jenderal bintang dua itu.
 
Sedangkan Rudi baru bebas atas vonis tiga tahun enam bulan penjara pada 2019. Rudi merupakan deportan dari Syria.
 
Baca: 5 WNI Kena Sanksi AS Jadi Fasilitator Keuangan IS, Ini Respons BNPT
 
Sementara itu, dua perempuan atas nama Dwi Dahlia dan Dini Ramadhani diyakini tengah berada di Syria. Hal itu diketahui dari dokumen perjalanan.
 
Terakhir, Muhammad Dandi Adhiguna. Menurut Dedi, Dandi juga diduga berada di Syria. Dugaan itu muncul berdasarkan keterangan ayahnya.
 
"Densus 88 sudah melaksanakan pemantauan lima WNI tersebut. Khusus yang diduga masih berada di Luar negeri akan dikomunikasikan antara Hubinter NCB dengan Interpol di negara-negara yang diduga tempat WNI tersebut," ucap Dedi.
 
Sebelumnya, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap lima WNI yang dituding sebagai bagian jaringan fasilitator keuangan Negara Islam Irak dan Suriah yang beraktivitas di Indonesia, Suriah dan Turki. Kelimanya ialah Dwi Dahlia Susanti, Rudi Heryadi, Ari Kardian, Muhammad Dandi Adhiguna dan Dini Ramadhani.
 
Amerika menuding kelimanya berperan dalam membantu milisi di Suriah. Terutama memfasilitasi perjalanan anggota ISIS ke Suriah dan wilayah operasi lainnya dan melakukan pengiriman dana untuk mendukung kegiatan milisi tersebut di kamp-kamp pengungsi Suriah.
 
Adapun sanksi tersebut berupa pembekuan aset di Amerika Serikat. Kemudian, larangan bagi warga Negeri Paman Sam tersebut untuk berurusan dengan kelima WNI itu.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif