Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah/Medcom.id/Cindy
Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah/Medcom.id/Cindy

Respons Kejagung Terkait Potensi Pemeriksaan Mendag Lutfi

Nasional kasus korupsi Kementerian Perdagangan Penegakan Hukum Mafia Minyak Goreng Korupsi Minyak Goreng
Tri Subarkah • 22 April 2022 17:22
Jakarta: Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah merespons potensi pemeriksaan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Kasus pemberian izin ekspor crude palm oil (CPO) termasuk minyak goreng itu menyeret anak buah Lutfi.
 
"Spesifik ketika ditanya apakah menteri (Menteri Perdagangan M Lutfi) diperiksa atau tidak, saya belum bisa menjawab karena proses masih berjalan," kata Febrie di Kantor Kejaksaan Agung, Jumat, 22 April 2022.
 
Baca: Kejagung Geledah 10 Lokasi Terkait Korupsi Minyak Goreng

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febrie menjelaskan ada prioritas jajaran JAM-Pidsus selama proses penyidikan dugaan korupsi minyak goreng ini. Penyidik Gedung Bundar sedang sibuk meneliti barang bukti elektronik (BBE) dan mengumpulkan alat bukti lain.
 
"Contohnya apa? Satu, bagaimana mendudukkan gratifikasi, suap, ada teman-teman PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan)," jelas Febrie.
 
Dia menegaskan jajaran JAM-Pidsus profesional mengusut kasus ini. Sebanyak 30 saksi dan tujuh ahli dimintai keterangannya selama proses penyidikan.
 
"Ini tidak saja dilihat dari Kementerian Perdagangan, tapi juga dilihat di luar Kementerian Perdagangan, bisa pihak swasta murni maupun ahli-ahli, rekan-rekan auditor," kata dia.
 
Diketahui, Kejagung telah menetapkan empat tersangka dalam dugaan korupsi terkait minyak goreng, salah satunya adalah anak buah Lutfi, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana.
 
Adapun tiga tersangka lainnya adalah Master Parulian Tumanggor dari PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA dari PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, dan Picare Tagore Sitanggang dari PT Musim Mas.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif