Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Sidang Praperadilan Kasus Bank Century Ditunda

Nasional kasus century
Cindy • 12 Agustus 2019 15:36
Jakarta: Sidang gugatan praperadilan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi Bank Century ditunda. KPK meminta waktu tiga minggu.
 
Hakim tunggal Haruno Patriadi menjelaskan KPK mengirim surat penundaan karena ingin melengkapi bukti. Korps Antikorupsi merasa kurang persiapan dalam menghadapi sidang.
 
"Entah itu untuk saksi-saksinya, entah itu untuk jawaban, atau koordinasi pada ahli," kata Haruno saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Senin, 12 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haruno juga meminta MAKI untuk melengkapi surat permohonan gugatan. Pasalnya, kuasa hukum MAKI, Dwi Cahyo Putra, hanya membawa surat kuasa. Sidang pun kembali digelar pada Senin, 2 September 2019.
 
"Persidangan ini juga ditunda karena memanggil yang belum hadir, pihak Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri, Kejaksaan Agung, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus), dan KPK," sambung dia.
 
MAKI kembali melayangkan gugatan praperadilan soal peyidikan perkara korupsi Bank Century. Gugatan ini teregister dengan nomor perkara 24/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel.
 
Hakim PN Jaksel sempat mengabulkan permohonan praperadilan MAKI. Dalam amar putusan, hakim menyetujui keberlanjutan proses hukum terkait tindak pidana korupsi Bank Century.
 
MAKI ingin KPK meningkatkan perkara ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka terhadap mantan Wakil Presiden Boediono, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D Hadad, dan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset Raden Pardede. Putusan tersebut tertuang dalam dakwaan terdakwa mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa BI Budi Mulya.
 
"Tapi sampai sekarang KPK ini hanya penyelidikan saja sampai sekarang," ucap Rizky Dwi Cahyo Putra saat ditemui usai persidangan.
 
Rizky menilai KPK tak mampu melanjutkan penyelidikan korupsi Bank Century. Pasalnya, usai putusan meningkatkan perkara, KPK telah memeriksa Boediono dan Muliaman Hadad.
 
Baca: KPK Fokus Tuntaskan Kasus Century dan Petral
 
"Itu kan sudah banyak kemudahan yang didapat KPK bahwa mereka sudah memenuhi dua alat bukti. Sampai sekarang cuma penyelidikan, terkesan jalan di tempat," terang Rizky.
 
MAKI memberikan pilihan kepada KPK untuk melimpahkan perkara Bank Century kepada kepolisian atau kejaksaan. Dengan begitu, proses perkara hingga penetapan tersangka dapat ditindaklanjuti.
 
"Jika tidak bisa juga mereka menangani ini, ya istilahnya dihentikan saja daripada digantung seperti ini. Mereka (polisi dan jaksa) mempunyai kewenangan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) sedangkan KPK berulang kali masih melakukan penyelidikan," imbuh Rizky.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif