Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan keterangan kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/4/2019). Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan keterangan kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/4/2019). Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

KPK Fokus Tuntaskan Kasus Century dan Petral

Nasional kasus century petral
Juven Martua Sitompul • 12 Juni 2019 20:18
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menargetkan penuntasan sejumlah kasus besar. Salah satu kasus yang tengah digarap yakni pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
 
"Ya banyak (yang ingin dituntaskan). Ada Century," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.
 
KPK memang tengah mengembangkan perkara mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya. Sebanyak 36 orang saksi telah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan kasus ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teranyar, Lembaga Antirasuah bahkan meminta keterangan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang Kebijakan Perbankan/Stabilitas Sistem Keuangan yang kini menjadi Dubes RI untuk Swiss Muliaman Hadad pada Senin, 27 Mei 2019.
 
Baca juga: Budi Mulya Disebut Dimarginalkan dalam Kasus Bank Century
 
Penyelidikan ini dilakukan untuk membidik pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus Century. Dalam putusan Budi Mulya di tingkat kasasi disebutkan Budi Mulya terbukti bersalah melakukan korupsi bersama-sama dengan sejumlah pejabat BI di antaranya Boediono selaku Gubernur BI, Miranda Swaray Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior BI.
 
Kemudian, Siti Chalimah Fadjrijah (almarhum) selaku Deputi Gubernur Bidang 6 Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah, Budi Rochadi (almarhum) selaku Deputi Gubernur Bidang VII Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR dan Perkreditan, dan Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubenur Bidang V KebijakanPerbankan/Stabilitas Sistem Keuangan.
 
Selanjutnya, Hartadi Agus Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang III Kebijakan Moneter, dan Ardhayadi Mitroatmodjo selaku Deputi Gubernur Bidang VIII Logistik, Keuangan, Penyelesaian Aset, Sekretariat dan KBI. Ada juga nama pemilik Bank Century Robert Tantular dan Hermanus Hasan serta Raden Pardede selaku Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
 
Baca juga: KPK Lanjutkan Pemeriksaan Saksi Korupsi Century
 
KPK juga sedang berupaya merampungkan kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero) periode 2004-2015 yang menjerat mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo.
 
Tak hanya itu, menurut Saut, pihaknya juga sedang mempelajari kasus di Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Namun, Saut belum menyebut secara rinci mengenai kasus terkait anak perusahaan PT Pertamina yang sudah dibubarkan pemerintah pada 2015 tersebut.
 
"Bahkan Petral juga kan. Kamu sudah lupa tuh. Kita lagi pelajari juga," kata Saut.
 
Baca juga: KPK Bakal Jerat Tersangka Baru Century pada 2019
 
KPK telah menerima audit forensik dari PT Peramina sejak November 2015 perihal kasus di Petral tersebut. Audit terhadap Petral itu dilakukan oleh perusahaan audit asal Australia, Kordamentha dan Badan Pemeriksa Keuangan.
 
Penyerahan audit tersebut dilakukan untuk melihat potensi pelanggaran hukum di dalam pengadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) impor yang dilakukan Petral dan anak usaha Pertamina Energy Service Pty Ltd (PES) dan Zambesi Ltd pada periode 2012-2015.
 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif