Kuasa hukum Habil Marati Yusril Ihza Mahendra. ANT/Hafidz Mubarak.
Kuasa hukum Habil Marati Yusril Ihza Mahendra. ANT/Hafidz Mubarak.

Yusril Ingin Menjernihkan Kasus Habil Marati

Nasional pembunuhan kasus makar
Siti Yona Hukmana • 10 Juli 2019 18:10
Jakarta: Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra bersedia menjadi kuasa hukum tersangka dugaan percobaan pembunuhan Habil Marati. Yusril mengaku ingin menjernihkan persoalan itu.
 
"Saya oke saja menjadi penasihat hukum dalam arti bahwa ingin menjernihkan persoalan yang dihadapi Pak Habil itu dan mencari jalan keluar yang terbaik dari semua pihak, supaya hukum betul-betul berjalan secara adil dan proporsional," kata Yusril di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 10 Juli 2019.
 
Yusril mengaku baru diminta Habil menjadi kuasa hukum. Ia langsung setuju dengan menemui Habil di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yusril ingin mendengar langsung keterangan Habil terkait kasus hukum yang menjeratnya. Selama ini, Yusril hanya mendengar keterangan dari rekannya dan pemberitaan media.
 
"Pak Habil sudah cukup lama ditahan di Rutan Polda dengan sangkaan beliau memberikan sejumlah dana untuk membeli senjata dan kemudian berencana untuk makar. Apa betul seperti itu ataukah ada versi lain dari beliau saya ingin mendengarkan langsung, nanti dari diskusi ini kita akan sikapi bersama," tutur Yusril.
 
Yusril juga akan menemui penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dan Mabes Polri. Ia ingin mempertanyakan langsung terkait bukti yang menjadikan Habil sebagai tersangka.
 
Baca: Yusril Ditunjuk Jadi Pengacara Habil Marati
 
"Tapi kan sekarang ini sebagai tersangka itu tergantung dari perkembangan apakah ditemukan bukti-bukti yang cukup atau tidak untuk diteruskan kasusnya," ungkap Yusril.
 
Yusril tetap mengawal kasus Habil jika memang terbukti bersalah. Menurut dia, penegakan hukum tetap dilakukan, namun dengan cara proporsional.
 
"Saya berprinsip bahwa penegakan hukum memang harus dilakukan, tapi harus secara proporsional adil dan berimbang. Itu yang harus saya lakukan," pungkas dia.
 
Habil Marati disebut sebagai donatur eksekutor empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan. Ia menyerahkan uang Rp60 juta kepada para calon eksekutor. Namanya disebut dalam investigasi majalah Tempo yang berjudul 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah' yang terbit pada Senin, 10 Juni 2019.
 
Habil telah ditahan polisi di Polda Metro Jaya. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengungkapkan Habil memberi uang kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebesar SGD15 ribu atau setara Rp150 juta.
 
Kivlan disebut memberikan uang itu kepada anak buahnya, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan untuk membeli senjata laras panjang dan pendek. Senjata itu disebut untuk menembak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif