Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Amien Rais. (Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)
Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Amien Rais. (Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)

Amien Rais ke Polda Metro Menenteng Buku Jokowi People Power

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 24 Mei 2019 12:44
Jakarta: Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Amien Rais membawa buku berjudul Jokowi People Powerdi Polda Metro Jaya. Buku tersebut ia tunjukkan kepada Penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara (Subditkamneg) Ditreskrimum saat bersaksi untuk tersangka dugaan makar Eggi Sudjana.
 
"Saya bawa buku (Jokowi) People Power," kata Amien saat keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Amien diizinkan keluar ruang pemeriksaan untuk melaksanakan salat Jumat. Ia enggan banyak bicara terkait maksud buku yang ia bawa. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu berjanji akan membeberkannya usai salat jumat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti ya, mau (salat) jumatan dulu. Lebih penting Allah," ujar Amien singkat.
 
Baca juga:Amien Rais Beri Keterangan untuk Eggi Sudjana
 
Amien dipanggil untuk kedua kali oleh penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara (Subditkamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Panggilan pertama dilayangkan pada Senin, 20 Mei 2019, namun tak dipenuhi dengan alasan sibuk.
 
Ia akan dikonfirmasi terkait kasus dugaan makar Eggi Sudjana. Eggi sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya video Eggi yang menyuarakan people power dan pemberitaan di media daring.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.
 
Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. Ancamannya penjara seumur hidup.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif