Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Rahmat Yasin Diduga Minta Jatah Lahan

Nasional rachmat yasin
Fachri Audhia Hafiez • 26 Juni 2019 02:51
Jakarta: Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) diduga meminta jatah lahan seluas 20 hektare. Lahan hasil palak Yasin itu merupakan lahan hibah yang digunakan untuk pembangunan pondok pesantren.
 
Penerimaan gratifikasi Yasin berawal pada 2010, saat seorang pemilik tanah seluas 350 hektare yang terletak di Desa Singasari dan Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ingin mendirikan pondok pesantren dan kota santri. Pemilik kemudian menghibahkan 100 hektare lahan tanahnya agar pembangunan pesantren bisa terealisasi.
 
"Pemilik tanah tersebut kemudian menyampaikan maksudnya untuk mendirikan pesentren pada Yasin melalui stafnya. Yasin menjelaskan agar dilakukan pengecekan mengenai status tanah dan kelengkapan surat-surat tanahnya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2011, kata Febri, Yasin mendatangi daerah pembangunan pondok pesantren tersebut. Yasin melalui perwakilannya menyatakan tertarik dengan tanah itu.
 
"Yasin juga meminta bagian, agar tanah tersebut juga dihibahkan untuknya," kata Febri.
 
Pemilik tanah menyanggupi permintaan Yasin. Bekas orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu menerima tanah seluas 20 hektare. Pemberian gratifikasi berupa tanah itu diduga sebagai 'pelicin' perizinan lokasi pendirian pondok pesantren dan kota santri.
 
(Baca: Rachmat Yasin Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka)
 
Yasin juga diduga meminta bantuan seorang pengusaha untuk membeli satu unit Mobil Toyota Vellfire pada 2010. Yasin hanya memberikan uang muka sebesar Rp250 juta.
 
"Pemberian gralifikasi pada Yasin diduga dilakukan dalam bentuk pembayaran cicilan mobil sebesar Rp21 juta perbulan sejak April 2010 hingga Maret 2013," ucap Febri.
 
Yasin diduga memiliki kedekatan dengan pengusaha tersebut. Pengusaha itu merupakan penggarap sejumlah proyek di lingkungan Kabupaten Bogor. Bahkan, pengusaha itu juga pernah menjadi salah satu pengurus tim sukses Yasin pada 2013.
 
Yasin ditetapkan sebagai tersangka dalam dua perkara, yakni dugaan korupsi pemotongan uang dan penerimaan gratifikasi. Selama menjabat Bupati Bogor periode 2008-2014, Yasin diduga meminta, menerima, dan memotong pembayaran dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sebesar Rp8.931.326.223.
 
Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat Yasin sebelumnya. Yasin dijerat dalam kasus suap tukar lahan kawasan hutan lindung seluas 2.754 hektare untuk PT Bukit Jonggol Asri (BJA), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Yasin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif