Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.

Rachmat Yasin Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka

Nasional rachmat yasin
Fachri Audhia Hafiez • 25 Juni 2019 19:21
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) sebagai tersangka. Yasin kali ini ditetapkan sebagai tersangka dalam dua perkara rasuah.
 
Yasin merupakan terpidana suap dari mantan bos Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala, terkait izin alih fungsi lahan hutan yang dikelola PT Bukit Jonggol Asri di Bogor. Bekas orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu diketahui baru mendapat cuti menjelang bebas dari Lapas Sukamiskin pada awal Mei.
 
"KPK menemukan masih ada sejumlah pemberian lain yang diduga telah diterima oleh Bupati Bogor saat itu. Setelah terdapat bukti permulaan yang cukup, KPK membuka penyidikan baru," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada perkara pertama, Yasin diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah sebesar Rp8.931.326.223. Uang itu diduga digunakan untuk keperluan operasional Yasin selaku Bupati Bogor.
 
"Selain itu, digunakan untuk kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014," kata dia.
 
(Baca: Rachmat Yasin Akui Terima Duit Rp3 Miliar dari Bos Sentul City)
 
Kemudian pada perkara dua, Yasin diduga menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatannya. Gratifikasi yang diterima Yasin berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor, dan mobil Toyota Velfire senilai Rp825 juta.
 
"Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat tiga hari kerja," ujar Febri.
 
Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat Yasin sebelumnya. Yasin dijerat dalam kasus suap tukar lahan kawasan hutan lindung seluas 2.754 hektare untuk PT Bukit Jonggol Asri (BJA), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Dalam perkara ini, lembaga antirasuah telah memproses tiga tersangka lain yang ditangkap pada 7 Mei 2014. Tiga orang itu yakni, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bogor, M Zairin; swasta FX Yohan Hap; dan Komisaris Utama PT Jonggol Asri sekaligus Presiden Direktur PT Sentul City Kwee Cahyadi Kumala.
 
Yasin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif