Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Putri Candrawathi. (tangkapan layar)
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Putri Candrawathi. (tangkapan layar)

Putri Candrawathi Merasa Tak Sanggup Jalani Hidup Lagi

Fachri Audhia Hafiez • 25 Januari 2023 12:37
Jakarta: Terdakwa Putri Candrawathi mengaku merasa tak sanggup menjalani hidup usai terjerat kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Hal itu disampaikan melalui nota pembelaan atau pleidoinya.
 
"Sering kali, saya merasa tidak sanggup menjalani kehidupan ini lagi," kata Putri Candrawathi saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu, 25 Januari 2023.
 
Putri Candrawathi tak tahan dengan berbagai cacian dan makian. Ia menemukan hal itu saat perjalanan menuju persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya melihat dari mobil tahanan banyak spanduk berisi makian dan paksaan agar majelis hakim menjatuhkan hukuman-hukuman yang menakutkan. Hukuman yang tidak sanggup saya bayangkan," ujar Putri Candrawathi.
 
Dia tak terpikir bahwa peristiwa memalukan itu telah merenggut kebahagiaannya. Termasuk, kebahagiaan dengan keluarga dan anak-anaknya.
 
"Majelis hakim Yang Mulia, kalau lah boleh saya berharap, jika Tuhan mengizinkan, semoga saya bisa kembali memeluk putra-putri saya. Pelukan yang paling dalam. Merasakan hangat tubuh mereka dalam kasih sayang seorang ibu," ucap Putri Candrawathi.
 

Baca: Putri Candrawathi Sebut Bangga Menikah dengan Ferdy Sambo


Jaksa menuntut Putri Candrawathi dihukum selama delapan tahun penjara. Dia dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Jaksa menjatuhkan tuntutan itu karena menilai Putri Candrawathi ikut mengakibatkan nyawa Brigadir J hilang dan luka mendalam bagi keluarga Brigadir J. Tindakan Putri juga menyebabkan keresahan dan kegaduhan di tengah publik.
 
Putri Candrawathi merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Terdakwa lainnya adalah Ferdy Sambo, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ricky Rizal Wibowo alias Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf.
 
Pada perkara ini, Ferdy Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup. Sedangkan, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf dituntut hukuman delapan tahun bui. Kemudian, Bharada E dituntut 12 tahun penjara.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif