Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Panitia Kemah Pemuda Mangkir

Nasional kasus korupsi
Siti Yona Hukmana • 24 April 2019 16:17
Jakarta: Panitia Acara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani mangkir dari panggilan polisi. Sedianya, dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi atas kegiatan itu hari ini.
 
"Enggak datang ya, bisa dibilang mangkir," kata Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi (Kasubdit Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan kepada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 24 April 2019.
 
Saat ini, Fanani masih berstatus sebagai saksi. Namun, Bhakti mengaku akan menjalankan pemanggilan paksa terhadap Ketua Ekonomi dan Kewirausahaan Pemuda Muhammadiyah itu karena sudah beberapa kali mangkir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena masih saksi prosedurnya apabila ini tidak dipenuhi, maka akan kami terbitkan surat perintah membawa," ujar Bhakti.
 
Sementara itu, Bhakti belum dapat memastikan pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini. Ia tengah berdiskusi dengan sejumlah jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
 
"Nanti kami diskusikan dulu. Kalau kami kan enggak pingin heboh, tapi kadang-kadang kawan-kawan yang berperkara sukanya yang heboh-heboh," imbuh Bhakti.
 
Surat panggilan terhadap Fanani untuk kesekian kalinya dikirimkan pada Kamis, 18 April 2019. Namun, Fanani mengaku tak menerima surat panggilan tersebut.
 
"Saya enggak dapat surat panggilan," ujar Fanani.
 
Sejauh ini, polisi telah memeriksa belasan saksi di Yogyakarta. Dua orang saksi dari Pemuda Muhammadiyah, yakni mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ahmad Fanani.
 
Baca: Katering Apel Pemuda Islam Diusut Polisi
 
Kasus dugaan korupsi dana kemah telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan data keuangan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.
 
Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena merasa dituding menilap uang. Namun pihak Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu dengan alasan tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan Kemah Pemuda berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
Kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kemenpora dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Anshor. Masing-masing organisasi diberikan dana Rp2 miliar untuk menggelar acara tersebut.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif