Yulianis Sebut tak Ada Aliran Uang ke Anas Urbaningrum
Yulianis bersaksi dalam sidang PK Anas Urbaningrum - Medcom.id/Faisal Abdalla.
Jakarta: Wakil Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis, mengaku tak ada aliran uang ke Anas Urbaningrum dari Permai Grup, perusahaan milik M Nazaruddin. 
Anas dinilai menerima uang dan melakukan pencucian uang proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat. 

"Tidak ada aliran uang ke pak Anas," kata Yulianis saat bersaksi dalam Sidang Peninjauan Kembali (PK) Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018. 

Yulianis mengatakan saat kongres Partai Demokrat tahun 2010, ia memang membawa uang senilai Rp30 miliar, USD3 juta dan USD2 juta. Namun, ia mengaku tak sepeserpun uang tersebut mengalir untuk kepentingan pemenangan Anas di Kongres Partai Demokrat. 


Menurut Yulianis, uang Rp30 miliar kembali ke kas perusahaan. Sementara uang senilai USD2 juta kembali ke Neneng Sri Wahyuni, istri Nazar. 

"Sementara uang senilai USD3 juta terpakai USD1,8 juta. Dari sisanya sebesar USD1,2 juta, diambil oleh ibu Neneng sebesar USD758 ribu, sisanya dikembalikan ke brankas perusahaan" tutur Yulianis. 

(Baca juga: Saksi: Tim Anas Minta Dibagikan 400 BlackBerry ke Pendukung)

Yulianis mengaku sudah memberikan keterangan tersebut kepada penyidik KPK. Namun ia mengaku keterangan soal pengembalian uang tersebut tak dicatat dalam BAP-nya. 

Dia menegaskan keterangan yang ia sampaikan ini apa adanya dan sudah sesuai fakta. Ia mengaku semua bukti transaksi pengembalian uang tercatat dalam rekening perusahaan. 

"Itu bisa dicek ke rekening masing-masing. Saya sudah sampaikan ini ke KPK namun tak dicatat dalam BAP," kata dia. 

Sementara itu, Jaksa KPK menilai keterangan Yulianis soal pengembalian uang tersebut bukan barang baru. Meski tak dicatat dalam BAP, namun Yulianis sudah pernah menyampaikan keterangan tersebut dalam proses persidangan Nazaruddin maupun Anas sehingga tak memenuhi syarat sebagai novum PK. 

"Fakta itu sudah diterangkan dalam persidangan yang lalu. Dalam putusan tersebut sudah diterangkan fakta-fakta yang disampaiakan Yulianis. Ini sudah ada yang mulia. Jadi ini bukan hal baru," pungkas Jaksa. 

(Baca juga: Empat Novum Anas Urbaningrum Ajukan PK)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id