Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

Mantan Direktur Hutama Karya Diperiksa KPK

Nasional suap proyek di kemenpu-pera OTT di Kementerian PUPR
Damar Iradat • 15 April 2019 12:07
Jakarta: Mantan Direktur PT Hutama Karya Koentjoro dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia bakal dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
Selain Koentjoro, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek SPAM di Kalimantan Utara, Irfan dan Nurul selaku PPK proyek SPAM di Sewon, Yogyakarta. Ketiganya bakal diperiksa sebagai saksi untuk Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau PPK SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare yang menjadi tersangka dalam perkara ini.
 
"Ketiganya bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARE (Anggiat Partunggul Nahot Simaremare)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 15 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, KPK juga memanggil dua orang dari pihak swasta untuk memberikan keterangan. Mereka yakni Febi Festia dan Anton Fatoni.
 
(Baca juga:Pejabat Kementerian PUPR Mengaku Terima Rp1,050 Miliar)
 
Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Empat di antaranya sebagai pihak pemberi yakni Direktur Utama PT WKE, Budi Suharto; Direktur PT WKE, Lily Sundarsih; Direktur PT TSP, Irene Irma; Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo.
 
Kemudian sebagai pihak penerima, Anggiat; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Katulampa, Meina Woro Kusrinah; Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba I, Donny Sofyan Arifin.
 
Total barang bukti yang diamankan KPK dalam kasus ini uang sejumlah Rp3.3 miliar, SGD23.100, dan USD3.200. Dalam kasus ini, Anggiat, Meina, Nazar dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.
 
Sementara dua proyek lain yang juga diatur lelangnya yaitu pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP.
 
Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu sebesar Rp850 juta dan USD5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan USD22 ribu. Kemudian, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima Rp170 juta.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif