Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

Andi Arief Cari Cara Memperbaiki Citra Diri

Candra Yuri Nuralam • 12 Maret 2019 15:57
Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyambangi Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur, Jakarta Timur. Andi datang untuk berkonsultasi. 
 
"Saya datang pada hari ini berkonsultasi sama dokter. Saya tidak milih rawat jalan ataupun rawat inap karena problem dari saya hari ini adalah problem psikologi dari kedua anak saya dan istri," kata Andi Arief di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 12 Maret 2019.
 
Andi Arief menyebut sedang membuat strategi untuk memperbaiki image-nya sebagai seorang kepala keluarga. Politikus Partai Demokrat itu tidak ingin anaknya mempunyai pandangan buruk.

"Saya sedang menjadwalkan bagaimana kedua anak saya yang sudah terpengaruh berita di media yang menyudutkan saya," ujar Andi Arief.
 
Andi Arief menyebut salah satu yang paling menghancurkan namanya adalah foto penangkapannya yang beredar di media sosial. Andi Arief menuding presenter kondang, Karni Ilyas, menjadi dalang dari itu semua.
 
"Yang terlibat dalam situasi ini adalah Pak Karni Ilyas karena saya di Mabes Polri hari itu dan yang datang TV One dan sudah diakui oleh Bang Karni bahwa dia meng-upload foto itu," tutur Andi Arief.
 
(Baca juga: Andi Arief Diminta Fokus Urusi Kasus Narkoba)
 
Dia menyebut foto penangkapan itu tidak boleh disebarkan. Itu, kata Andi, sama dengan mencemarkan nama baiknya.
 
"Foto itu bagian dari penyelidikan dan tidak boleh di-publish. Saya ini bukan tersangka dan tidak melanggar hukum," kata Andi Arief.
 
Andi Arief ditangkap di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, pada Minggu, 3 Maret 2019. Dari penggerebekan itu petugas menangkap Andi dan menyita sejumlah barang bukti meliputi seperangkat alat untuk menggunakan sabu alias bong.
 
Andi Arief sudah dipastikan positif mengonsumsi narkoba setelah menjalani tes urine. Obat terlarang yang dipakai Andi berjenis sabu.
 
Sejak Senin, 4 Maret 2019, Andi menjalani pemeriksaan di BNN. Sedianya, pemeriksaan medis dilakukan selama enam hari.
 
Namun, Selasa, 5 Maret 2019 malam, Andi diperbolehkan pulang ke rumah. Ia diizinkan pulang setelah melengkapi proses administrasi. Andi tak ditahan karena polisi tak menemukan barang bukti narkoba jenis sabu saat penangkapan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>