Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil. Foto: Antara/Rahmad
Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil. Foto: Antara/Rahmad

Legislator Minta Ada Evaluasi di Ditjen Bea Cukai

Nasional bea cukai
Antara • 08 Juli 2020 21:13
Jakarta: Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil meminta Kementerian Keuangan mengevaluasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai. Menurutnya, banyak kasus terjadi di sana.
 
"Sejumlah kasus penyelundupan belum terungkap. Belum lagi ada petinggi Bea Cukai yang diduga menggunakan narkoba. Jelas akan berdampak terhadap citra lembaga ini jika dibiarkan," kata Nasir melalui keterangan tertulis, Rabu, 8 Juli 2020.
 
Menurutnya, sistem pengawasan dan pembinaan harus berjalan dengan baik terhadap seluruh pegawai. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta pimpinan Bea Cukai bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengawasan seluruh bawahannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, personel juga harus dibina karena Bea Cukai tempat keluar masuk barang," ujar dia.
 
Melansir Antara, tim penyidik Kejaksaan Agung menetapkan Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai KPU Bea Cukai Batam, Mukhamad Muklas; Kepala Seksi Pabean dan Cukai III pada KPU Bea dan Cukai Batam, Dedi Aldrian; dan Kepala Seksi Pabean dan Cukai I pada KPU Bea dan Cukai Batam, Hariyono Adi Wibowo, sebagai tersangka kasus importasi tekstil.
 
Status tersangka juga disematkan terhadap Kepala Seksi Pabean dan Cukai II pada KPU Bea dan Cukai Batam, Kamaruddin Siregar, dan pemilik PT Fleming Indo Batam dan PT Peter Garmindo Prima, Irianto.
 
Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 juncto UU No 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Selanjutnya, subsider Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 juncto UU No 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Dalam rangkaian kasus ini, Direktur Penyidikan Jaksa Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Ardiansyah mengatakan sedang mendalami peranan pihak swasta dengan memeriksa Direktur PT Ciptagria Mutiarabusana, Robert.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono menyebutkan Robert merupakan saksi terkait perkara tindak pidana korupsi importasi tekstil pada Dirjen Bea Cukai periode 2018-2020.
 
Baca:Pejabat Bea Cukai Dicopot karena Terlibat Narkoba
 
Di saat hampir bersamaan, anggota Polres Metro Jakarta Pusat menangkap Kepala Pangkalan dan Sarana Operasional Bea Cukai Tanjung Priok, Agus Purnady. Dia diciduk Polisi bersama lima perempuan dan lima pria lainnya. Belakangan, yang bersangkutan direhabilitasi narkoba meski dinyatakan tak ada barang bukti narkoba.
 
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sempat memanggil Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi untuk menanyakan tindak lanjut berbagai kasus-kasus penyelundupan yang ditangani Bea Cukai. Salah satunya kelanjutan kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton yang ditengarai dilakukan oleh mantan Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara pada akhir 2019.
 
Kepada Dirjen Bea Cukai, Mahfud MD mengingatkan kasus-kasus penyelundupan jangan sampai terhenti karena alasan covid-19.
 
"Kalau yang menyangkut kasus konkret, saya tanya bagaimana perkembangan kasus Garuda. Katanya berjalan, tapi karena ada covid-19 jadi agak terhambat. Saya bilang jangan terhambat," ujar Mahfud.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif