NEWSTICKER
ilustrasi/Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez
ilustrasi/Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez

KPK Ingin Otak Penyiraman Novel Terbongkar di Persidangan

Nasional novel baswedan
Candra Yuri Nuralam • 19 Maret 2020 17:47
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap pelaku lain bisa terungkap dalam sidang perkara penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Aktor intelektual dalam kasus ini diharap dibongkar oleh para saksi, terutama kedua terdakwa.
 
"Bahwa perbuatan tidak hanya berhenti pada para terdakwa saat ini saja, tapi dapat dikembangkan ke motif dan aktor intelektual di belakangnya yang saat ini belum terungkap," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.
 
KPK berharap jaksa penuntut umum (JPU) bisa mengulik keterangan kedua terdakwa dalam persidangan. Terpenting, JPU bisa melahirkan fakta-fakta baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapannya juga di persidangan nanti JPU akan berupaya maksimal dapat mengungkap fakta-fakta hukum," ujar Ali.
 
Terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, penyerang Novel, didakwa melakukan penganiayaan berat. Perbuatan tersebut dilakukan secara bersama-sama dan direncanakan.
 
Penganiayaan dilakukan kedua terdakwa karena Novel dianggap telah mengkhianati dan melawan institusi Polri. Rahmat sejak awal berniat membuat luka berat, agar Novel tidak dapat menjalankan tugas.
 
Baca: 2 Penyerang Novel Didakwa Melakukan Penganiayaan Berat
 
Rahmat berusaha mencari alamat Novel melalui internet. Usai mengetahui alamat lengkap Novel, Rahmat menggunakan motor Ronny untuk mengamati situasi tempat tinggal Novel sekitar pukul 20.00 hingga 23.00 WIB, pada Sabtu, 8 April 2017.
 
Pengamatan ini terus berlanjut hingga Minggu, 9 April 2017. Pada Senin, 10 April 2017, Rahmat pergi ke Pool Angkutan Mobil Gegana POLRI mencari cairan asam sulfat (H2SO4).
 
Rahmat kemudian membawa cairan itu ke kediamannya. Cairan yang semula berada di dalam botol plastik kemudian diracik dan disimpan dalam plastik berwarna hitam.
 
KPK Ingin Otak Penyiraman Novel Terbongkar di Persidangan
Sidang dakwaan dua penyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Salim Baswedan di PN Jakarta Utara. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
 
Pada pukul 03.00 WIB, Selasa, 11 April 2017, Rahmat meminta Ronny mengantarkannya ke rumah Novel menggunakan motor. Tiba di kompleks rumah Novel, keduanya sempat berkeliling memastikan kondisi sekitar lokasi.
 
Keduanya berhenti di Masjid Al-Ikhsan sambil menyiapkan cairan tersebut dan mengamati area sekitar kompleks perumahan Novel. Pukul 05.10 WIB, Novel terlihat keluar dari masjid menuju rumahnya.
 
Saat itulah Rahmat meminta Ronny mengendarai motornya secara pelan-pelan mendekati Novel. Rahmat langsung menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) tersebut ke bagian kepala dan badan Novel. Selanjutnya, Ronny atas arahan terdakwa langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor yang dikendarai dengan cepat.
 
Perbuatan Rahmat dan Ronny membuat Novel mengalami luka berat. Novel mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri. Luka itu berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.
 
Surat dakwaan dibacakan secara terpisah. Keduanya dijerat Pasal 355 ayat (1) atau 353 ayat (2) atau 351 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif