Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kronologi Kasus Ujang Sarjana, Viral Setelah Diadukan ke Jokowi

Nasional Jokowi pungutan liar Pungli Joko Widodo presiden joko widodo
Kautsar Widya Prabowo • 23 April 2022 10:51
Jakarta: Polri menerangkan duduk perkara kasus pedagang pasar di Bogor, Jawa Barat, Ujang Sarjana, yang dipenjara pada 26 November 2021. Kasus tersebut viral setelah kerabat Ujang curhat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa penangkapan diakibatkan menolak pungutan liar (pungli).
 
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan Ujang ditangkap bukan karena menolak pungli. Melainkan, Ujang melakukan penganiyaan terhadap salah satu pedagang bernama Andriansyah
 
"Area penjualan pelapor (Ardiansyah) dianggap menjadi wilayahnya terlapor (Ujang) sehingga perebutan lahan jualan yang ada di Jalan Bata Pasar Bogor, ini menjadi sebab utama terjadinya pemukulan," kata Gatot dalam keterangannya, Sabtu, 23 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan keterangan Ujang, kata Gatot, Ardiansyah telah menyerobot lahan berjualan miliknya. Ujang bersama sejumlah temannya pun mengeroyok Ardiansyah.
 
"Pelapor (Ardiansyah) melihat dan mendengar Ujang meneriakkan kata serang dan tanpa diduga sekelompok orang yang berjumlah sekira tujuh orang melakukan pengeroyokan memukuli badan pelapor," terang Gatot.
 
Baca: Diadukan ke Jokowi, Korban Mengaku Dikeroyok Ujang Sarjana Cs
 
Akibat kejadian itu, Ardiansyah mengalami luka memar pada bagian lengan. Setelahnya, Ardiansyah membuat laporan ke Polsek Bogor Tengah. Kemudian Ujang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
 
Gatot mengatakan berkas perkara Ujang sudah dinyatakan lengkap dan dilakukan pelimpahan ke pengadilan. Ujang sempat melakukan praperadilan namun gugatannya ditolak.
 
"Putusan atas perkara tersebut bahwa penangkapan yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor Bogor Tengah adalah sah secara hukum," terang Gatot.
 
Sebelumnya, Presiden Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bogor Bima Arya membagikan bantuan sosial kepada warga dan pedagang. Warga menyambut antusias kedatangan presiden di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bogor dan Kota.
 
Di tengah antusiasme masyarakat menyambut Jokowi, pedagang buah mengeluhkan perihal pungutan liar yang kerap terjadi di Pasar Bogor. Pria dan wanita berpakaian merah itu tampak histeris saat Jokowi melintas di lokasi. Mereka mengaku pamannya justru diamankan polisi karena menolak pungli yang dilakukan preman.
 
Jokowi lalu menghentikan langkahnya. Dia memperhatikan dan mendengarkan curhat pria dan wanita tersebut. Jokowi meminta keduanya untuk tenang. Jokowi terlihat mengayun-ayunkan tangannya ke bawah. Di lokasi tampak juga ada Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung. Pramono tampak mencatat curhat dari kedua orang tersebut. Momen ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif