Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Kejagung Sebut Perjanjian Ekstradisi Permudah Rampas Aset di Singapura

Tri Subarkah • 27 Januari 2022 07:44
Jakarta: Penandatanganan perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura disebut mempermudah perampasan aset terpidana kasus korupsi yang berada di Singapura. Hal itu disampaikan Direktur Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi (Uheksi) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung Andi Herman.
 
"Dengan adanya perjanjian ekstradisi akan memberikan kemudahan, baik dari terpidana maupun dalam hal penyelesaian aset ya," kata Andi saat ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu malam, 26 Januari 2022.
 
Andi mengatakan setidaknya terdapat aset terpidana skandal PT Asuransi Jiwasraya di Singapura. Hal itu termaktub dalam surat putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dan diputus untuk dirampas oleh majelis hakim. Saat ini, Kejagung sedang berusaha merampas aset berupa properti tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Kejagung sedang berkoordinasi untuk menangani aset lainnya di Singapura. Aset itu berkaitan dengan megakorupsi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).
 
"Kita tahu ada beberapa aset yang penanganan perkaranya diduga ada disimpan di Singapura. Tentu ini jadi bagian yang dikoordinasikan," ujar Andi.
 
Baca: KPK Menindaklanjuti Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura
 
Koordinasi dengan otoritas Singapura, lanjut dia, dibutuhkan karena ada perbedaan hukum acara dengan Indonesia. Andi menyebut Kejagung tetap menghormati hukum acara yang berlaku di Singapura meskipun perjanjian ekstradisi sudah diteken.
 
"Kita mengikuti hukum acara yang ada di Singapura. Sementara kita pantau juga perkembangannya," terang dia.
 
Andi mengatakan Kejagung juga sedang mendata jumlah terpidana kasus korupsi yang bersembunyi di Singapura. Pendataan dilakukan Bidang Pidsus menggandeng pihak Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intelijen).
 
"Karena kan update-nya itu ada moving ya, mobile ya. Nanti kita coba mendapatkan informasi secara intelijen bahwa kemungkinan keberadaannya di sana kita akan melakukan koordinasi," ucap Andi.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif