Ilustrasi: MI
Ilustrasi: MI

Satgas Pangan Belum Temukan Kasus Penimbunan Kedelai

Nasional polri pangan polisi harga kedelai
Siti Yona Hukmana • 06 Januari 2021 20:30
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Pangan telah menyelidiki kenaikan harga kedelai beberapa waktu terakhir. Namun, Satgas Pangan belum menemukan dugaan penimbunan kedelai. 
 
"Satgas Pangan belum menemukan pelanggaran terkait penimbunan segala macam," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Komisaris Besar (Kombes) Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Menurut dia, kenaikan harga terjadi karena harga beli dari negara asal naik, yang semula Rp6.800 per kilogram (kg) menjadi Rp8.300 per kg. Selain itu, kapal pengangkut kedelai sangat jarang masuk ke Indonesia pada pertengahan Oktober sampai Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga menggunakan angkutan tujuan negara Singapura dan sering terjadi keterlambatan dikarenakan menunggu waktu dalam connecting ke Indonesia. Hal ini yang menyebabkan keterlambatan antara dua sampai tiga minggu untuk sampai ke Indonesia," ujar Ahmad.
 
Baca: Wah, Orang Indonesia Makan Tempe 0,14 Kilogram per Minggu!
 
Dia memahami timbulnya kecurigaan dugaan penimbunan di tengah masyarakat atas kenaikan harga kedelai tersebut. Namun, Ahmad memastikan kecurigaan itu belum terbukti.
 
Satgas Pangan menginspeksi mendadak (sidak) ke tiga gudang importir kedelai, yakni PT Segitiga Agro Mandiri,PT FKS Mitra Agro, dan PT Sungai Budi. Polisi tidak mendapati penyimpangan di tiga gudang tersebut. 
 
Ahmad menyebut total kebutuhan kacang kedelai secara nasional 3.130.495 ton. Sebanyak 3.092.351 ton digunakan untuk pemenuhan industri (besar, sedang, mikro kecil); 13.480 ton untuk konsumsi tahu dan tempe; 9.858 ton menjadi benih; dan 14.806 ton kemungkinan hilang atau tercecer.
 
Pemenuhan kacang kedelai dari dalam negeri atau lokal mencapai 296.124 ton. Jumlah itu dinilai tidak dapat mencukupi kebutuhan nasional sehingga perlu dukungan pemenuhan kedelai melalui impor hingga 3.180.916 ton. 
 
"Situasi saat ini diperkirakan ketersediaan kacang kedelai yang ada sebanyak 411.975 ton, sedangkan stok yang ada di importir sebanyak 200 ribu (ton) dan 250 ribu (ton) posisi masih berada di Singapura menunggu keberangkatan," ujar Ahmad. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif