Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Antara/Aditya Pradana Putra
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Antara/Aditya Pradana Putra

Anggota Satgas KPK Bobol 3 Lapis Keamanan Hingga Moeldoko Disebut Masih Punya Peluang

Juven Martua Sitompul • 12 April 2021 07:04
Jakarta: Berbagai isu disorot pembaca di Kanal Nasional Medcom.id pada Minggu, 11 April 2021. Mulai dari kasus pembobolan brankas barang sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga polemik Partai Demokrat.
 
KPK menjamin barang rampasan disimpan dengan pengamanan ketat. Barang-barang terkait perkara korupsi disimpan dengan tiga lapis keamanan.
 
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan tiap lapis keamanan dijaga petugas berbeda. Kunci dan sandi untuk membuka pintunya pun tidak dipegang satu petugas yang sama.
 
"KPK memang selama ini untuk masuk itu (ruang penyimpanan barang rampasan) ada tiga lapis," kata Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu, 10 April 2021.
 
Ghufron mengatakan satuan tugas (satgas) berinisial IGA merupakan penjaga lapisan pengamanan barang sitaan kasus korupsi. Namun, kewenangan IGA hanya di bagian terluar dari lapisan penjagaan tersebut.
 
IGA bisa masuk ke brangkas penyimpanan dengan cara mengkhianati dua penjaga lapisan lainnya yang juga merupakan temannya. IGA memanfaatkan kepercayaan kedua penjaga itu untuk mencuri kunci akses lapisan lainnya.
 
"Karena pemegang kunci itu sudah merasa akrab, sehingga tasnya juga karena pemegang kunci itu karena sudah merasa akrab sehingga tasnya juga ditempatkan di tempat yang dia (tersangka) tahu itu, nah itu yang fatal," ujar Ghufron.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: IGA Bobol 3 Lapis Keamanan untuk Curi 1,9 Kg Emas
 
Dia mengatakan dua penjaga lainnya tidak sadar kuncinya dicuri IGA. Kedua penjaga itu juga tidak menaruh curiga dengan IGA lantaran sudah saling mengenal.
 
Usai mendapatkan kunci itu IGA mulai mondar-mandir ke ruang penyimpanan. Selama mondar-mandir itu, IGA mencuri emas tanpa diketahui orang lain. Setidaknya, IGA sudah beraksi selama enam bulan.
 
Isu lain yang menarik perhatian pembaca setia Kanal Nasional Medcom.id, yakni seputar surat izin mengemudi (SIM) berjuluk Sinar SIM Nasional Presisi. Sistem perpanjangan SIM online ini akan diluncurkan Selasa, 13 April 2021.
 
"Kami siap untuk melaksanakan program perpanjangan sim A dan C secara daring melalui aplikasi Sinar," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, saat dikonfirmasi, Minggu, 11 April 2021.
 
Aplikasi Sinar bisa diunduh melalui ponsel berbasis iOS dan Android. Sinar bertujuan mempermudah pengguna mengurus SIM tanpa mendatangi satuan penyelenggara administrasi (satpas) SIM.
 
Baca: Sistem Perpanjangan SIM Online Diluncurkan 13 April 2021
 
Di sisi lain, isu terkait polemik internal Partai Demokrat masih menarik minat pembaca Kanal Nasional Medcom.id. Kali ini, Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang menilai perjuangannya belum berakhir.
 
Pemerintah dianggap masih memberi kesempatan kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko untuk menjadi ketua umum (ketum) Partai Demokrat. "Dipersilakan bertempur di pengadilan. Jadi kita mengikuti apa yang disarankan pemerintah," kata Ketua Dewan Kehormatan Demokrat hasil KLB Max Sopacua di Jakarta, Minggu, 11 April 2021.
 
Baca: Kubu KLB Sebut Peluang Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Belum Pudar
 
Menurut dia, pihaknya bakal menempuh seluruh jalur hukum untuk memenangkan Moeldoko. Menyelesaikan masalah melalui proses hukum di pengadilan dianggap menjadi jalan yang paling tepat.  
 
Informasi seputar pemberangkatan haji 2021 dan kisruh Partai Demokrat akan terus diperbarui. Klik di sini untuk mengetahui perkembangannya.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif