Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango (tengah). Medcom.id/Candra
Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango (tengah). Medcom.id/Candra

KPK Minta Maaf Usai Sebut Singapura Surga Koruptor

Nasional KPK Kasus Suap kasus korupsi Singapura
Candra Yuri Nuralam • 12 April 2021 11:40
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta maaf atas pernyataan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto yang menyebut Singapura sebagai surga bagi koruptor. Permintaan maaf ini disampaikan usai adanya protes dari Kedutaan Besar Singapura di Indonesia.
 
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari pernyataan-pernyataan tersebut," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango melalui keterangan tertulis, Senin, 12 April 2021.
 
Nawawi tidak tahu pasti pernyataan Karyoto. Dia juga tidak ada di samping Karyoto saat menyampaikan pernyataan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nawawi menegaskan KPK tidak bermaksud menghina Singapura. Dia pun berharap kerja sama KPK dan Singapura tidak rusak akibat pernyataan tersebut.
 
"Indonesia dan Singapura melalui KPK dan CPIB (Corrupt Practices Investigation Bureau) terus menjalin kerja sama dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemberantasan korupsi, baik pencegahan, pendidikan, dan penindakan," ujar Nawawi.
 
Nawawi mengatakan CPIB sudah sering membantu KPK dalam penanganan perkara rasuah. Salah satunya, kasus korupsi pengadaan mesin pesawat Garuda dan korupsi e-KTP.
 
"KPK sangat berterima kasih atas jalinan kerja sama dengan CPIB selama ini," tutur Nawawi.
 
Baca: KPK: Singapura 'Surga' Bagi Koruptor
 
Sebelumnya, KPK membeberkan alasan sulitnya mencari buronan kasus korupsi di Indonesia. Beberapa tersangka korupsi melarikan diri ke Singapura untuk mencari keamanan.
 
"Kita tahu bahwa satu-satunya negara yang tidak menandatangani ekstradisi yang berkaitan dengan korupsi adalah Singapura itu surganya koruptor," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 6 April 2021.
 
Karyoto mengatakan Indonesia tidak akan bisa meminta bantuan pemerintah Singapura maupun otoritas keamanan mereka untuk mengembalikan para koruptor. Aturan mereka yang kukuh menolak ekstradisi menjadi halangan.
 
Pernyataan Karyoto itu mendapat respons keras dari Kedutaan Singapura di Indonesia. "Tuduhan tersebut tidak berdasar. Singapura telah memberikan bantuan kepada Indonesia dalam beberapa investigasi sebelumnya dan yang sedang berlangsung," tulis Kedutaan besar Singapura di Jakarta, Sabtu, 10 Desember 2021.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif