Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi di PN Jaksel/Medcom.id/Fachri
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi di PN Jaksel/Medcom.id/Fachri

Terungkap, Putri Candrawathi Bungkam ketika LPSK Tanya Soal Hubungan Spesial dengan Yosua

Sri Yanti Nainggolan • 11 Januari 2023 16:58
Jakarta: Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi, mengungkapkan alasan mengapa ia tak mau menjawab saat diperiksa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Putri menerangkan bahwa psikolog memberikan pertanyaan sensitif.
 
"Bisa saudara ceritakan kenapa saat LPSK memeriksa saudara, mereka tidak dapat memeriksa saudara?" tanya Kuasa Hukum Putri Candrawathi, Sarmauli Simangunsong dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 11 Januari 2023.
 
"Waktu itu LPSK datang ke rumah saya yang di Saguling, terus saya diperiksa oleh salah satu psikiater dan psikolog, waktu itu saya masih sempat komunikasi sama psikiaternya, tetapi pada saat berkomunikasi sama psikolog, saya diam," terang Putri Candrawathi sambil menangis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alasannya, psikolog secara langsung menanyakan dengan pertanyaan apakah dirinya punya hubungan spesial dengan Yosua. Putri Candrawathi enggan menjawab karena dirinya merasa korban kekerasan seksual.
 
"Kenapa saya selalu diasumsikan negatif oleh orang-orang, saya hanya sedih kenapa orang-orang tidak bisa memahami bila ada di pihak saya, saya sangat malu, dan apakah orang-orang memikirkan perasaan anak-anak saya dengan pertanyaan atau pemberitaan bahwa ibunya selingkuh dengan orang lain," ucap Putri. 
 
Baca: Putri Candrawathi Bersikukuh Dilecehkan dan Dianiaya Brigadir J
 

Putri Candrawathi malu

Putri Candrawathi mengaku malu ketika harus menceritakan soal pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada 7 Juli 2022. Namun, suaminya, Ferdy Sambo, memintanya sebagai saksi. 
 
Namun, Putri Candrawathi mengeluhkan tak lama setelah mengakui pelecehan seksual itu, ia ditetapkan sebagai tersangka. Dia merasa malu.
 
"Setelah saya menceritakan kejadian tanggal 7 Juli tersebut, tapi setelah saya menjelaskan di Mako pada saat itu, tidak lama saya menjadi tersangka. Padahal saat itu saya sangat malu sekali tapi saya sebenarnya tidak ingin peristiwa ini diketahui banyak orang. Saya malu," kata Putri Candrawathi sambil menangis.
 
Baca: Putri Candrawathi Bersikukuh Dilecehkan dan Dianiaya Brigadir J

Putri Candrawathi didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Ferdy Sambo, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.
 
Pada perkara tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Sementara itu, Ferdy Sambo juga didakwa menghalangi penyidikan atau obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
 
Ferdy Sambo didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(SYN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif