Ricky Rizal, terdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutarabat alias Brigadir J, membacakan nota pembelaan (pledoi) pada Selasa, 24 Januari 2023. Metro TV
Ricky Rizal, terdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutarabat alias Brigadir J, membacakan nota pembelaan (pledoi) pada Selasa, 24 Januari 2023. Metro TV

Ricky Rizal Menyesal Tak Jujur Sejak Awal

MetroTV • 24 Januari 2023 15:18
Jakarta: Ricky Rizal, terdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutarabat alias Brigadir J, membacakan nota pembelaan (pledoi) pada Selasa, 24 Januari 2023. Ricky menyesal tidak buka suara sesuai fakta saat diperiksa penyidik.
 
"Izinkan saya menyampaikan permohonan maaf saya kepada keluarga besar almarhum Yosua dan masyarakat karena sejak awal tidak menyampaikan kejadian yang sebenarnya," ujar Ricky dalam persidangan yang ditayangankan Breaking News di Metro TV, Selasa, 24 Januari 2023.
 
Ia mengaku Ferdy Sambo menyuruhnya untuk mempertahankan skenario baku tembak antara Richard dengan Brigadir J. Hal ini yang sampaikan ke penyidik demi menyelamatkan Richard.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ricky mengaku gelisah, tertekan, dan tidak tenang karena tidak menyampaikan kejadian yang sebenarnya. "Pada saat itu saya masih tinggal di rumah beliau dan masih sebagai bawahan beliau, yang terpaksa harus menuruti perintah beliau," ujar Ricky.
 

Baca: Kuat Ma'ruf Tuding Isu Perselingkuhan Brigadir J dan PC Imajinasi Jaksa


Ricky Rizal Wibowo merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Terdakwa lainnya adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.
 
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Ricky Rizal dihukum selama delapan tahun penjara. Tuntutan hukuman itu senada dengan Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi.
 
Sementara itu, Ferdy Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup. Sedangkan, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dituntut penjara selama 12 tahun.
 
Pada perkara tersebut, mereka dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Natania Rizky)
 

 
 
(SUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif