Terdakwa kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 Idrus Marham. ANT/Sigid Kurniawan.
Terdakwa kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 Idrus Marham. ANT/Sigid Kurniawan.

Hukuman Idrus Marham Diperberat

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Fachri Audhia Hafiez • 18 Juli 2019 11:51
Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman terdakwa kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 Idrus Marham. Mantan Menteri Sosial itu mengajukan banding atas vonis tiga tahun di tingkat Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
 
"Pidana yang dijatuhkan sudah sesuai tuntutan kami," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lie Putra Setiawan di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Baca: JPU Kasus Ratna Ajukan Banding

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa Lie mengatakan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutus memperberat hukuman Idrus menjadi lima tahun. Namun, Lie belum mengetahui pasal yang dikenakan terhadap eks Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu.
 
"Semoga sama dengan tuntutan kami," ujar Jaksa Lie.
 
Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Idrus tiga tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider dua bulan kurungan. Majelis Hakim menyatakan Idrus bersama Politikus Partai Golkar Eni Maulani Saragih terbukti menerima suap dari bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo sebesar Rp2,250 miliar terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Namun, Idrus diyakini belum menikmati hasil uang suap tersebut.
 
Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan yang diajukan JPU KPK. Jaksa menuntut agar Idrus dihukum lima tahun penjara dan denda Rp300 juta dengan subsider empat bulan kurungan penjara.
 
KPK mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 29 April 2019. Idrus tak mau kalah, ia juga mengajukan banding pada30 April 2019.
 
Idrus tak masalah jika hukumannya diperberat. Ia mengatakan pengajuan banding merupakan kesempatan terlepas dari jerat hukum.
 
Baca: Penyuap Romahurmuziy Dituntut Dua Tahun Bui
 
"Masalah berat atau tidak, saya serahkan ke Yang Maha Kuasa Kalau ada apa-apa, ya sudah terserah kepada Allah. Jadi saya percaya Allah akan mengambil langkah yang lebih baik untuk saya," ujar Idrus di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Mei 2019.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif