Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Berkas Perkara Pengancam Jokowi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 12 Juli 2019 11:17
Jakarta: Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara dugaan makar Hermawan Susanto (HS) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.
 
"Berkas perkara sudah dikirim ke Kejaksaan. Kapannya (sidang) cek dulu ke penyidik ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada Medcom.id, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Berkas perkara yang dikirim merupakan pelimpahan tahap pertama atau P19. Kini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih meneliti berkas tersebut. Jika tidak lengkap, penyidik akan melengkapi. Sebaliknya, penyidik akan melimpahkan berkas tahap kedua atau P21 jika JPU menyatakan sudah lengkap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pelimpahan baru tahap pertama (hanya mengirimkan berkas). Tahap kedua mengirimkan barang bukti dan tersangka," ujar Argo.
 
Baca juga:Pengancam Jokowi Yakin Tak Bersalah
 
Sebelumnya, video HS berteriak mengancam Jokowi beredar di media sosial. Dalam video dia menyebut, 'Siap penggal kepalanya Jokowi, Insyaallah Allahu akbar. Siap penggal kepalanya Jokowi. Jokowi siap lehernya kita penggal dari Poso, Demi Allah'.
 
Buntut ucapannya, HS dilaporkan ke Polisi dan ditangkap di wilayah Parung, Kabupaten Bogor, Minggu, 12 Mei 2019. HS diduga melakukan kejahatan makar berdasarkan bukti-bukti yang ada.
 
Ia disangkakan Pasal 104 KUHP atau Pasal 110 KUHP Jo Pasal 87 KUHP tentang Makar dengan ancama pindana 20 tahun hingga seumur hidup.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif