Pistol. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pistol. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Korban Kerusuhan 22 Mei Tewas Ditembak Pistol Mungil

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Kautsar Widya Prabowo • 08 Juli 2019 15:49
Jakarta: Polisi menyebut Harun Al Rasyid, salah satu korban dalam kerusuhan Rabu, 22 Mei 2019, tewas tertembak dari peluru yang dilontarkan Glock 42. Pistol ini memiliki karakteristik mungil.
 
"Diduga dari hasil labfor (laboratorium forensik) itu pelakunya menggunakan Glock 42," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Dedi Prasetyo di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 8 Juli 2019.
 
Berdasarkan keterangan di Glock.com, Glock 42 atau G42 merupakan salah satu pistol terkecil yang dibuat produsen senjata asal Austria. Pistol ini hanya memiliki panjang 15 cm dengan berat 390 gram (tanpa magasin).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Labfor menemukan peluru 9 x 17 mm yang bersarang di tubuh korban. Peluru ini tidak memiliki kesamaan dengan milik tim Gegana Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya.
 
Mabes Polri juga telah mengetahui ciri-ciri dari pelaku penembakan tersebut. Pelaku diperkirakan memiliki tinggi 175 cm. "Kemudian dia menggunakan tangan kidal, tangan kiri. Itu semuanya sedang didalami," jelas Dedi.
 
Penyidik terus mendalami identitas penembak. Hal itu diperkuat analisa kamera pemantau dan dokumen yang ada.
 
"Sedang menganalisa seluruh foto, video, tentang identifikasi rekam wajah, atau face recognition itu," tutur dia.
 
Sementara itu, senjata yang digunakan membunuh korban sipil lainnya, Abdul Aziz, belum dapat diketahui jenisnya. Namun, Labfor menemukan peluru 5,56 x 44 mm alur 4 yang tidak memiliki kesamaan dengan miliki tim Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto sempat mengatakan Harun ditembak dari jarak sekitar 11 meter di sekitar Flyover Slipi, Jakarta Barat. Investigasi Polri pelaku memiliki ciri fisik berpostur sekiranya 170 cm.
 
"Karena (lokasi) arahnya miring, kemudian arahnya (dari lintasan peluru) lurus mendarat, karena posisinya ada trotoar agak tinggi. Jadi diduga pelaku ini juga agak tinggi," kata Suyudi di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Baca: Provokator Aksi 22 Mei Diindetifikasi Lewat Pemindai Wajah
 
Polisi juga menduga penembak Harun Rasyid berbadan kurus dan berambut lurus agak panjang. Pelaku diduga memiliki warna kulit wajah agak hitam.
 
Korban lainnya, Abdul Aziz, ditemukan kurang lebih 100 meter dari Asrama Brimob, tepatnya di depan Rumah Sakit Pelni. Dia juga diduga dibunuh orang tak dikenal dengan jarak kurang lebih 30 meter dari arah belakang korban.
 
"Terkena di punggung sebelah kiri kemudian proyektilnya tersisa di dada sebelah kiri juga," beber Suyudi.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif