Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

PT Borneo Lumbung Energi Dibidik KPK

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 22 Februari 2019 14:21
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji bakal mendalami peran korporasi PT Borneo Lumbung Energi & Metal (PT BLEM) Tbk, milik Samin Tan, dalam kasus dugaan suap pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya usaha pertambangan batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Setiap dugaan unsur pidana terhadap korporasi PT BLEM akan didalami lebih jauh.
 
"Nanti dipelajari dulu ya," ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.
 
Menurut dia, Lembaga antirasuah tak mau buru-buru menyimpulkan keterlibatan korporasi dalam kasus ini. Yang pasti, kata dia, setiap perkembangan dari hasil penyidikan akan dicermati, termasuk dugaan kepentingan atau aliran uang ke perusahaan dalam sengkarut dugaan suap tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya, saya harus baca perkembangannya dulu," jelas Saut.
 
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan saat ini penyidik sedang menyiapkan skema penyidikan terhadap Samin Tan selaku tersangka dalam kasus suap tersebut. KPK masih menjalankan sejumlah kegiatan awal sebelum melaksanakan pemeriksaan awal Samin Tan.
 
"Nanti kalau sudah sesuai dengan perencanaan penyidik maka akan dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka maupun saksi," sebut mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu.
 
Kasus yang menyeret Samin Tan sebagai tersangka ini adalah hasil pengembangan perkara dugaan suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-I. Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Menteri Sosial Idrus Marham, dan bos BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dijerat dalam kasus tersebut.
 
Baca: Bos PT Borneo Lumbung Energi Dicegah ke Luar Negeri
 
Samin Tan diduga memberikan uang Rp5 miliar kepada Eni Maulani Saragih terkait dengan PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. PT AKT adalah anak perusahaan PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk milik Samin Tan.
 
PT AKT merupakan perusahaan batubara yang beroperasi di wilayah Barito, Kalimantan Tengah. Persoalan terminasi kontrak ini pernah diselesaikan lewat pengadilan. Samin Tan diduga meminta bantuan sejumlah pihak, termasuk Eni Maulani Saragih untuk menyelesaikan persoalan terminasi perjanjian karya tersebut.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif