Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Foto: MI/Rommy
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Foto: MI/Rommy

KPK Selisik Kasus Investasi Pertamina Era Karen

Nasional Kasus hukum Karen Galaila
Juven Martua Sitompul • 16 Oktober 2018 18:36
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamini tengah mendalami kasus dugaan korupsi di PT Pertamina (Persero) era kepemimpinan Karen Galaila Agustiawan. Salah satu yang diselisik yakni terkait kasus akuisisi 65 persen saham ConocoPhillips Algeria Ltd di Blok 405a, Aljazair, yang bernilai USD1,75 miliar.
 
"Intinya KPK masih mengerjakan tahapannya (penyelidikan kasus saham ConocoPhilips), seperti apa penyidik nanti akan lapor pimpinan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018.
 
Kendati begitu, Saut belum mau menjelaskan detail proses penyelidikan kasus tersebut. Menurutnya, semua perkembangan proses pengusutan akan disampaikan ke publik jika penyelidikan naik ke tahap penyidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sabar dulu, kalau ada kemajuan nanti kita laporkan ke publik," kata dia.
 
Saut mengungkap jika lembaganya mengikuti perkembangan penanganan kasus investasi Pertamina di luar negeri, yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung). Bahkan, KPK telah berkoordinasi dengan Kejagung untuk menuntaskan penyelidikan kasus tersebut.
 
"Memang dari awal ada koordinasi itu untuk (kasus dugaan korupsi investasi) Pertamina (di luar negeri) kan, exchange saja, beberapa yang terpisah, enggak di case (kasus) yang sama," kata Saut.
 
Baca: Karen Agustiawan tak Mau Gegabah Ajukan Praperadilan
 
KPK mengendus adanya dugaan korupsi investasi terkait akuisisi 65 persen saham ConocoPhillips Algeria Ltd di Blok 405a, Aljazair oleh PT Pertamina (Persero) senilai USD1,75 miliar pada 23 November 2013. Diduga ada kelebihan pembelian hingga USD900 juta dari nilai aset bersih ConocoPhillips saat itu.
 
Sebab, aset bersih ConocoPhillips Algeria per 31 Oktober 2012 diketahui hanya sebesar USD850 juta. Pertamina disebut-sebut tidak membeli saham itu langsung kepada ConocoPhillips, namun melalui Blacstone, perusahaan cangkang (Special Purpose Vehicle/SPV).
 
Keterlibatan perusahaan yang bermarkas di New York, Amerika Serikat itu diduga lantaran ada campur tangan Gary Hing. Sejak 2008 hingga 2014, Gary diketahui menjadi konsultan di Pertamina.
 
Dalam kasus dugaan korupsi investasi PT Pertamina (Persero) di Blok BMG Australia tahun 2009, penyidik Pidana Khusus Kejagung diketahui telah menetapkan 4 orang tersangka. Mereka di antaranya, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan, Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina Genades Panjaitan (GP), mantan Direktur Keuangan PT Pertamina Frederik Siahaan (FS) serta mantan Merger dan Acquisition Direktorat Hulu Pertamina berinial BK.
 
Ihwal kasus korupsi ini mengemuka ketika PT Pertamina (Persero) mengakuisisi (investasi non-rutin) yakni pembelian sebagian aset (Interest Participating/IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project, tanggal 27 Mei 2009.
 
Namun, dalam pelaksanaannya diduga terjadi penyimpangan dimana pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya studi kelayakan, berupa kajian secara lengkap atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.
 
Alhasil, peruntukan dan penggunaan dana sejumlah USD31.492.851 serta biaya-biaya yang timbul lainnya sejumlah AUD26.808.244 tidak memberikan manfaat atau keuntungan bagi korporasi perusahaan plat merah di bidang migas itu dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak nasional.
 
Hal itu juga merugikan keuangan negara sebesar USD31.492.851 dan AUD26.808.244 atau setara dengan Rp568.066.000.000 sesuai perhitungan yang dilakukan akuntan publik.
 
Nama Karen juga sempat mencuat di kasus dugaan suap terhadap Rudi Rubiandini selaku Kepala SKK Migas, yang ditangani KPK. Karen bahkan sempat diperiksa dan bersaksi di persidangan.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif