Doni Salmanan. Medcom.id/Siti Yona
Doni Salmanan. Medcom.id/Siti Yona

Kejagung Terima Pelimpahan Berkas Doni Salmanan

Nasional polri Kejaksaan Agung Penegakan Hukum Investasi Bodong Penipuan investasi Doni Salmanan
Antara • 20 April 2022 11:09
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima pelimpahan berkas perkara tahap I Doni Salmanan. Berkas perkara tersangka kasus dugaan investasi bodong trading binary option platform Quotex itu diterima jaksa kemarin.
 
"Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum telah menerima pelimpahan berkas perkara tahap I dari Bareskrim Polri atas tersangka DS yang dikirim pada Selasa (19 April 2022)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, 20 April 2022.
 
Ketut mengatakan saat ini berkas masih ditelaah Jaksa Peneliti (Jaksa P-16). Jaksa memiliki waktu tujuh hari untuk menentukan apakah berkas perkara dapat dinyatakan lengkap atau belum secara formil maupun materiel (P-18).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan jaksa peneliti punya waktu tujuh hari untuk memberikan petunjuk (P-19) apabila berkas perkara belum lengkap," kata dia.
 
Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex pada Selasa malam, 8 Maret 2022. Afiliator Quotex itu langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
 
Baca: Berkas Perkara Doni Salmanan Dilimpahkan ke Kejaksaan
 
Doni dijerat pasal berlapis. Pria kelahiran 1998 itu dipersangkakan terkait judi online, penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media elektronik dan atau penipuan/perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).
 
Dia disangkakan melanggar Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 28 ayat 1 UU ITE dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 3, 5 dan 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif