Sidang pemeriksaan saksi terdakwa Miftahul Ulum. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi terdakwa Miftahul Ulum. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jaksa Soroti Menyusutnya Perencanaan Anggaran Kegiatan KONI

Nasional Kasus Suap Imam Nahrawi
Fachri Audhia Hafiez • 06 Februari 2020 16:14
Jakarta: Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti perencanaan anggaran kegiatan di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pasalnya, ada perbedaan signifikan antara angka perencanaan dengan nilai dana yang telah dicairkan dari proposal.
 
Fakta itu terungkap dalam persidangan kasus korupsi pencairan proposal dana hibah yang diajukan KONI ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Proposal terkait dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018 digelontorkan Kemenpora sejumlah Rp18 miliar dari total pengajuan sekitar Rp20 miliar.
 
"Karena kami menyusun dengan angka ideal ya. Karena di perencanaan potensi pengeluaran itu harus dihitung," kata Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa asisten mantan Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa KPK juga menyoroti jumlah penyusunan anggaran kegiatan terkait proposal tersebut. Anggaran yang cair sejatinya Rp18 miliar, namun Suradi diminta Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy menyusutkan hingga Rp8 miliar. Menariknya, angka Rp8 miliar itu kembali dirampingkan.
 
"Dari Rp8 miliar turun lagi?," tanya Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani untuk mempertegas.
 
"Sekitar Rp5 miliar," jawab Suradi.
 
Jaksa Soroti Menyusutnya Perencanaan Anggaran Kegiatan KONI
Terdakwa asisten mantan Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Foto: Antara/Risky Andrianto
 
Anggaran yang terus menyusut tersebut diduga dibagi ke Kemenpora dan KONI. Sebab, Suradi mengaku Hamidy pernah mengatakan adanya pemberian ke Kemenpora dalam sebuah kode.
 
"Saya bilang ke Hamidy 'Pak kalau Rp8 miliar apakah bisa jalan?'. Beliau bilang 'kan kita harus bayar gaji, kebutuhan kantor, kamu mau enggak gajian? Saya harus memberikan buat orang sebelah'. Buat orang Kemenpora," beber Suradi.
 
Miftahul Ulum didakwa menerima suap Rp11,5 miliar. Suap berasal dari Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy.
 
Suap tersebut untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora.
 
Pengajuan dana itu termuat dalam proposal dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan, dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018. Kedua, proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event Asian Games dan Asian Para Games 2018.
 
Miftahul didakwa melanggar Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Miftahul turut didakwa menerima gratifikasi Rp8,648 miliar. Uang bersumber dari sejumlah pihak.
 
Miftahul didakwa melanggar Pasal 12B ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif